BRIN: PKS Terbelah Dua Kubu, Antara Oposisi dan Masuk Koalisi Pemerintah

AKURAT.CO Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diprediksi akan terbelah menjadi dua kubu, mengenai sikap untuk oposisi atau masuk koalisi pemerintah Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Peneliti senior sekaligus pengamat politik Badan Research dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli menilai, internal PKS saat ini memiliki perbedaan pendapat, seperti Sekjen PKS Aboe Bakar Al-Habsyi, yang setuju masuk pemerintahan, namun di sisi lain Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, tetap ibgin beroposisi.
"Dalam PKS sendiri sepertinya terbelah juga, ada yang setuju bergabung dalam pemerintahan, seperti yang terlihat dari pernyataan pak Aboe Bakar, sementara yang ingin tetap sbg oposisi terlihat dari pandangan pak Mardani Ali Sera," katanya saat dihubungi Akurat.co, Selasa (30/4/2024).
Baca Juga: Punya Daya Tawar Ketimbang Partai Gelora, PKS Optimis Diajak Gabung Pemerintahan Prabowo-Gibran
Kendati demikian, sikap PKS tetap akan diputuskan melalui Majelis Syura, yang dipimpin oleh Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al-Jufri. "Tetapi seperti diketahui, pemutus terakhir ada pada Dewan Syura yang diketuai oleh KH. Salim Segaf," jelasnya.
Dia kemudian menyebut, jika melihat pernyataan-pernyataan terbaru dari elite PKS, PKS bisa saja masuk koalisi pemerintah jika anggota Koalisi Indonesia Maju (KIM) juga setuju.
Baca Juga: Silahturahmi dengan Prabowo, Jazuli Juwani: Pada Saatnya PKS akan Menentukan Sikapnya
"Bila merujuk pernyataan dari Sekjen PKS, pak Aboe Bakar, sepertinya kalau pak Prabowo mengajaknya dan partai-partai yang tergabung dalam KIM setuju, PKS bisa bergabung dalam pemerintahan," tutur Romli.
Berkaca dari hubungan Prabowo dan PKS sebelumnya yang terbilang baik, menurut Romli, PKS sangat berpeluang masuk koalisi pemerintah ke depan.
"Secara psikologis PKS sudah berhubungan baik dengan pak Prabowo. Sudah dua kali PKS mencalonkan dan mendukung pak Prabowo sebagai capres dalam Pemilu 2014 dan 2019," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







