Emrus: Koalisi 03 Lebih Ideal Gabung Pemerintahan Prabowo-Gibran, Koalisi 01 Terlalu Bersebrangan
Atikah Umiyani | 1 Mei 2024, 10:36 WIB

AKURAT.CO Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menilai, ada ketidaksesuaian jika partai-partai koalisi 01 bergabung dalam pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Emrus mengatakan, nilai-nilai yang diperjuangkan oleh koalisi 01 untuk mencapai perubahan sangat bersebrangan dengan nilai-nilai soal keberlanjutan yang diusung oleh Prabowo-Gibran.
Sebaliknya, Emrus menilai lebih tepat jika yang masuk dalam pemerintahan adalah partai-partai dari koalisi 03. Sebab, koalisi ini masih memiliki kemiripan karena sama-sama ingin melanjutkan apa yang sudah dikerjakan pemerintah saat ini.
"Jadi gradasi yang paling bersebrangan adalah paslon nomor urut 1, idealnya yang masuk ke pemerintahan harusnya paslon atau koalisi dari nomor 3, bukan koalisi nomor 1," kata Emrus kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/5/2024).
Seperti diketahui, saat ini Prabowo-Gibran masih berupaya untuk merangkul semua pihak-pihak yang kalah, baik dari koalisi 01 yang terdiri dari PKB, NasDem dan PKS, maupun koalisi 03 yang terdiri dari PDIP, Hanura, PPP, dan Perindo.
Dari sejumlah partai yang kalah tersebut, baru PKB dan NasDem yang sudah bertemu dan menyatakan langsung kesiapannya untuk mendukung pemerintahan Prabowo.
Kendati begitu, Emrus menilai lebih tepat jika yang bergabung dalam pemerintahan Prabowo-Gibran adalah PDIP, karena dinilai masih punya irisan yang sama.
"Continuity and change itu adalah koalisi PDI Perjuangan, kenapa, mereka melanjutkan bisa bagaimanapun disitu ada visi misi dan nawacita, merubah ada, pembangunan yang belum jalan, saya kasih contoh adalah food estate, yang melanjutkan misalnya IKN," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








