Menakar Kemungkinan Duet Anies-Ahok, Pengamat: Terobosan Memutus Mata Rantai Politik Identitas di Jakarta
Dwana Muhfaqdilla | 6 Mei 2024, 23:55 WIB

AKURAT.CO Kabar liar jelang Pilkada DKI Jakarta, menyelimuti masyarakat Ibu Kota. Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berpeluang dipasangkan untuk memperebutkan kursi kepemimpinan di Jakarta.
Pengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli mengatakan, jika Anies dan Ahok dipasangkan di Pilgub DKI, maka bisa memutus mata rantai politik identitas.
“Bisa saja dipasangkan Anies-Ahok untuk maju dalam Pilgub DKI. Saya kira itu suatu terobosan untuk memutus mata rantai isu politik identitas, jadi semacam ada rekonsiliasi politik yang dulu terjadi pada Pilgub 2017,” kata Lili kepada Akurat.co, Senin (6/5/2024).
Hanya saja, kata Lili, peluang keduanya dipasangkan cukup berat. Pasalnya, Anies dan Ahok bukan pengurus ataupun kader partai politik.
“Persoalan adalah kendaraan politiknya karena baik Anies maupun Ahok bukan pengurus atau kader parpol, kecuali mereka mau maju sebagai calon independen,” jelasnya.
Selain itu, terdapat persoalan lain di mana salah satunya harus mengalah untuk menjadi calon wakil gubernur (cawagub). Keduanya pernah maju sebagai calon gubernur (cagub), bahkan pernah menjadi Gubernur Jakarta.
Kemudian, Lili menyoroti pendukung akar rumput keduanya yang sangat berseberangan dan militan. Hal tersebut berpotensi mengakibatkan gesekan dan sulit disatukan.
“Persoalan ketiga, pendukung akar rumput apakah akan menerima dua calon tersebut yang dulu mereka dukung secara militan bagai musuh bebuyutan,” ungkapnya.
Meski begitu, ia tak menampik jika keduanya dipasangkan, peluang kemenangan cukup besar. Sebab, baik Anies ataupun Ahok, mempunyai basis pendukung yang kuat.
Diketahui, Anies dan Ahok kini masuk dalam bursa calon Pilgub Jakarta.
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh telah memberi sinyal akan mengusung Anies di Jakarta. Sementara itu, nama Ahok masuk dalam bursa cagub seperti disebut Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto beberapa waktu lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








