Langkah Prabowo Rangkul Semua Partai Lawan Tak Akan Lemahkan Fungsi Parlemen

AKURAT.CO Ketua Dewan Pembina Bappilu Partai Golkar, Idrus Marham menilai, langkah Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk merangkul semua lawan politiknya tidak akan melemahkan fungsi parlemen.
Idrus meyakini, sikap kritis partai-partai yang ada di dalam parlemen tidak akan pudar, meskipun besar di antaranya merupakan bagian dari partai-partai pemerintah.
"Masuknya ke dalam itu tidak akan menghilangkan sikap kritis, dan itu adalah bagian dari namanya politik gagasan, politik gagasan itu meliputi nilai dan sikap kritis itu," kata Idrus dalam sesi Akurat Talk, dikutip Kamis (9/5/2024).
Baca Juga: Ganjar Kritisi Rencana Prabowo Tambah Jumlah Kabinet, Dasco: Itu Kan Hak Pemenang
Idrus meyakini, perdebatan akan tetap hidup dalam setiap rapat-rapat Komisi di DPR. Semua partai pun diyakini akan tetap objektif dalam mengawasi dan merumuskan program-program yang pro rakyat.
"Saya punya keyakinan, meskipun di dalam tetapi yang tidak boleh hilang adalah bagaimana perdebatan-perdebatan konseptual, dan dalam rangka merumuskan program pro rakyat ada nilai-nilai kritis disitu," tuturnya.
Menurut Idrus, berada di luar atau di dalam pemerintahan itu hanya persoalan pilihan strategi. Ada pihak yang menganggap lebih efektif untuk berada di dalam pemerintahan, namun ada juga yang sebaliknya.
Baca Juga: Masih Fokus Rancang Program, Prabowo Belum Bahas Soal Kementerian Baru
"Nah kalo kita bicara tentang masalah strategi, berarti kita bicara soal efektif atau tidak efektif. Saya masuk koalisi karena saya menganggap ada di dalam koalisi efektif dalam melakukan peran-peran politik sebagai pengabdian kepada bangsa," ujarnya.
Seperti diketahui, saat ini Prabowo masih terus berupaya untuk merangkul semua partai yang menjadi lawan politiknya. Selain NasDem dan PKB, Idrus menyebut PPP juga akan segera merapat.
"Nah hampir semua, maka dari ini insyaAllah yang sudah masuk kan NasDem, kemudian ada PKB dan kemungkinan ada PPP juga sudah mendukung," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









