Akurat
Pemprov Sumsel

Zulhas Tak Terima Prabowo Disebut Antikritik Akibat Ancam Oposisi: Beliau Pejuang Sejati

Paskalis Rubedanto | 10 Mei 2024, 14:59 WIB
Zulhas Tak Terima Prabowo Disebut Antikritik Akibat Ancam Oposisi: Beliau Pejuang Sejati

AKURAT.CO Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) menepis tuduhan liar tentang presiden terpilih, Prabowo Subianto, sebagai antikritik.

Sebab, Prabowo sebelumnya diduga mengancam pihak oposisi untuk tidak mengganggu jalannya pemerintah pimpinannya nanti.

"Sudah terang benderang kok pernyataannya kok, enggak perlu dijelaskan lagi dan Pak Prabowo itu pejuang sejati, seorang demokrat," kata Zulhas di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2024).

Zulhas menjelaskan sikap Prabowo tercermin saat dia telah berkali-kali gagal di Pilpres namun tetap berusaha sampai menang. Bahkan PAN juga tetap setia mengawal Prabowo hingga meraih kemenangan tersebut.

Baca Juga: Ganjar Pilih Jadi Oposisi, Prabowo: Silahkan Jadi Penonton di Pinggir Jalan, Jangan Mengganggu

Bahkan, hingga pada akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Prabowo masuk dalam pemerintah, PAN tetap setia mendukungnya. Karenanya, dia melihat Prabowo merupaka sosok yang sangat terbuka dan mengedepankan kepentingan bangsa serta negara.

"Kata Pak Prabowo itu 'apalah artinya sakit hati, apalah artinya dicaci dibanding untuk kepentingan Indonesia yang lebih besar'," tutur Zulhas.

Sebelumnya, Presiden terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto mengaku tidak masalah jika ada pihak-pihak yang tidak ingin diajak bekerja sama dalam pemerintahan yang akan datang.

Prabowo mengatakan, dirinya tidak ingin ada gangguan-gangguan agar bisa fokus bekerja pasca dilantik sebagai presiden pada Oktober mendatang.

"Kalau ada yang mau nonton dipinggir jalan, silahkan jadi penonton yang baik. Tapi kalau sudah tidak mau diajak kerja sama, ya jangan mengganggu, orang lagi pada mau kerja kok. Kita mau kerja," ujarnya, Kamis (9/5/2024).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.