Usulan Bamsoet Gelar Rekonsiliasi Nasional Dikritik, Pengamat: Situasi Sudah Normal, Jangan Dibesar-besarkan
Atikah Umiyani | 22 Mei 2024, 19:17 WIB

AKURAT.CO Rencana Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, untuk menggelar acara rekonsiliasi nasional antara kubu 01, 02, dan 03 mendapat kritikan karena dianggap terlalu membesar-besarkan masalah.
Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai, rekonsiliasi nasional tidak perlu digelar secara resmi agar berjalan secara natural. Lagipula, situasi sudah kembali normal pasca Mahkamah Konstitusi menolak gugatan dari kedua kubu lawan Prabowo-Gibran.
"Artinya tak ada yang perlu direkonsiliasi, semua sudah kembali normal. Apalagi di tingkat masyarakat tidak ada residu besar pasca Pilpres 2024. Ini menunjukkan rekonsiliasi tidak perlu dibesar-besarkan, sudah kembali normal," kata Efriza kepada wartawan, Rabu (22/5/2024).
Terlebih, partai-partai yang menjadi pesaing di pilpres seperti Nasdem, PKB, PKS, PPP, bahkan PDIP sudah saling berkomunikasi dan melakukan penjajakan untuk membantu pemerintahan Prabowo Subianto ke depan.
"Artinya, politisi partai-partai dari dua kubu lain sudah kembali kepada kepentingan negara, bangsa, dan nasional. Andai ada yang oposisi bukan artinya ada konflik, perlu rekonsiliasi, itu hanya keputusan partai secara otonom saja memilih berada di pemerintahan atau di luar pemerintahan sebagai oposisi," tuturnya.
Menurut Efriza, ini menunjukkan penjajakan komunikasi sudah berjalan dengan baik dan natural pasca berlangsungnya pilpres.
"Jika diformalkan dalam acara, pemerintahan ke depan malah terkesan memaksa agar semua bisa ada di pemerintahan atas nama tema rekonsiliasi. Jika tak hadir, dianggap tak mau bersama di pemerintahan," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo menyebut akan membuat acara rekonsiliasi nasional antara kubu 01, 02, dan 03. Acara tersebut, dirinya gagas bersama mantan politisi PDIP Maruarar Sirait.
"Kami bersama Mas Ara juga sedang menyiapkan sebuah gagasan rekonsiliasi nasional. Bagaimana kita memertemukan dalam suatu forum diskusi yang hangat, bicara tentang bangsa dan negara antara 01, 02, dan 03 dalam waktu dekat ini," kata Bamsoet di acara 'Tribute to Bang Akbar Tandjung' di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (19/5/2024).
Menurut Bamsoet, acara tersebut bisa menjadi wadah bagi pemerintah ke depan untuk mempererat persatuan agar lebih mudah dalam menghadapi tantangan.
"Tantangan ke depan bangsa ini sangat berat, sehingga perlu kekompakan, kegotongroyongan dan saling memahami, saling mendukung satu sama lain antara Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan presiden hari ini, Jokowi dengan presiden-presiden sebelumnya menjadi satu membangun bangsa dan negara ke depan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







