AKURAT.CO Peluang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk masuk partai lain setelah secara de facto keluar dari PDIP, masih menjadi teka teki. Kepala Negara itu bisa saja masuk Partai Golkar, namun kans jika harus jadi ketua umum akan sulit digapai.
"Kalau Pak Jokowi dan Gibran (Rakabuming Raka) itu hanya jadi anggota biasa, itu Golkar lebih cocok. Cuma persoalannya ketika Pak Jokowi menginginkan menjadi ketua umum, ketika Gibran juga ingin jadi ketua umum. Ini kan tidak bisa, karena Golkar punya mekanisme, punya aturan, karena harus lima tahun jadi pengurus, lima tahun aktif, dan aturan lain," kata Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, dalam perbincangan dengan Akurat Talk, dikutip Kamis (23/5/2024).
Baca Juga: Hasto Soal Pertemuan Puan dan Jokowi di KTT WWF: Tugas Kenegaraan
Menurutnya, elite partai berlogo pohon beringin itu akan bereaksi untuk menolak Jokowi jika persyaratannya adalah jadi ketum.
Sebab, Golkar merupakan partai dengan segala peraturan dan mekanisme adatnya yang kuat, sehingga tidak bisa serta merta langsung dapat jabatan strategis.
"Jadi Golkar pasti terbuka untuk siapapun termasuk Pak Jokowi dan Mas Gibran. Tetapi di saat ingin jadi ketua umum tidak bisa. Itu akan mendapatkan penolakan-penolakan seluruh elite petinggi dan kader Partai Golkar," tuturnya.
Baca Juga: Jokowi Tak Diundang ke Rakernas, Hasto: Yang Datang Hanya Mereka yang Jaga Demokrasi Hukum
"Jadi kalau Golkar akan nyaman ketika Pak Jokowi menjadi anggota atau menjadi Dewan Penasehat, Dewan Pakar, itu tidak melanggar aturan, tapi kalau jadi ketua umum dapat penolakan," kata Ujang.
Dia juga mengamati sejumlah kans partai lain yang akan jadi pelabuhan bagi Jokowi setelah hengkang dari PDIP, seperti PAN, PSI, dan Gerindra. Namun menurutnya, nampak kurang seksi jika Jokowi hijrah ke dalam tiga partai lain tersebut.
"Lalu PAN, tapi saya melihat begini, ketika yang lain belum menyambut karena Pak Jokowi belum, PAN menyambut itu. Mungkin ada hubungan yang baik antara presiden dan menterinya itu. Ada lagi satu, PSI, tapi PSI kan partai kecil, enggak bisa. Dan jangan lupa satu lagi, Gerindra, kita hari ini menyaksikan Bobby (Nasution) masuk Gerindra, jadi kalkulasinya seperti itu," pungkas Ujang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









