Prabowo Bentuk Tim Gugus Sinkronisasi, Hasto Ungkit Momen 10 Tahun Lalu

AKURAT.CO DPP PDI Perjuangan merespons pembentukan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi yang berisikan pejabat teras Partai Gerindra, yang dibentuk oleh presiden tepilih, Prabowo Subianto.
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengungkit momen 10 tahun lalu saat membentuk Tim Transisi pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Di mana dia menjadi salah satu anggota dan menyodorkan banyak rekomendasi namun tidak dijalankan.
"Dulu pada masa Pak Jokowi ketika menjadi presiden kami tim transisi juga bertemu, meskipun rekomendasinya banyak yang tidak dijalankan," kata Hasto, saat ditemui di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Senin (3/6/2024).
Sejumlah rekomendasi yang tidak dikerjakan tersebut, kata Hasto, terdiri dari permintaan penyelesaian mafia minyak, mafia pangan, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Bentukan Prabowo untuk Persingkat Penyesuaian
"Jadi satu saya sampaikan kepada Pak Jokowi bahwa mafia minyak, mafia pangan, itu enggak ada. Karena semua hanya akan ada, akan exist, kalau ada akses kekuasaan," ucapnya.
"Ketika Istana (negara) bisa menjadi lambang supremasi kebijakan hukum, maka enggak akan ada mafia-mafia itu. Tapi itu kan enggak dijalankan," pungkas Hasto.
Sebelumnya, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menjawab pertanyaan publik mengenai Tim Gugus Sinkronisasi yang dibentuk oleh presiden terpilih, Prabowo Subianto.
"Yang membentuk gugus tugas sinkronisasi adalah presiden terpilih. Hal in penting untuk mempersingkat waktu penyesuaian ketika pemerintahan baru mulai berjalan," ujar Dasco dalam uggahan akun Instagram pribadinya @sufmi_dasco, Minggu (2/6/2024).
Dia menyebut, hasil kerja gugus tugas itu akan digunakan sebagai pedoman dalam merumuskan kebijakan Prabowo Subianto sebagai presiden selanjutnya.
"Hasil kerja gugus tugas akan dipergunakan sebagai bahan dalam merumuskan kebijakan strategis yang menjadi hak prerogatif presiden terpilih," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





