Selamatkan Marwah Partai, PPP Perlu Gelar Muktamar Luar Biasa
Citra Puspitaningrum | 16 Juni 2024, 15:15 WIB

AKURAT.CO Kegagalan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menembus Senayan pada Pileg 2024 membuat masa depan partai kian suram.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Riview (IPR), Ujang Komarudin, mengatakan, kekurangan figur pemimpin kawakan membuat eksistensi PPP tergerus zaman.
Oleh karena itu, langkah yang bisa diambil PPP ialah menggelar muktamar luar biasa.
"Perlu muktamar luar biasa untuk menentukan siapa figur atau tokoh yang cocok menjadi ketua umum definitif," katanya saat dihubungi Akurat.co, Minggu (16/6/2024).
Sosok Muhamad Mardiono sebagai pelaksana tugas ketua umum PPP tidak memberikan dampak positif bagi keberlangsungan PPP, lantaran gagal lolos ke Senayan pada periode 2024-2029.
"Karena itu PPP harus recovery, harus move on, harus bergerak," ujar Ujang.
Menurutnya, apabila PPP sudah memiliki ketum definitif niscaya pemimpin baru dapat membawanya kembali sebagai partai Islam yang diperhitungkan.
"Harus mencari bentuk atau format untuk menjadi partai yang ke depan bisa bekerja untuk rakyat, dan disenangi serta dicintai oleh rakyat," pungkas Ujang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






