Akurat
Pemprov Sumsel

PDIP Bakal Buat Poros Baru di Jatim Usai Khofifah Ogah Diajak Kerja Sama

Paskalis Rubedanto | 21 Juni 2024, 13:59 WIB
PDIP Bakal Buat Poros Baru di Jatim Usai Khofifah Ogah Diajak Kerja Sama

AKURAT.CO DPP PDIP mulai bentuk strategi baru di Pilkada Jawa Timur (Jatim), usai cakal cagub Jatim, Khofifah Indar Parwansa, enggan bersanding dengan kader yang disodorkan PDIP.

Ketua DPP PDIP, Eriko Sotarduga, mengingatkan bahwa partainya selalu bergantian dengan PKB menjadi pemenang di Jatim, sehingga usai penolakan tersebut, PDIP akan berkomunikasi dengan PKB.

"Ya bagi kami tentunya itu kan pilihan dari masing-masing, kan tentu startegi masing-masing. Tapi jangan lupa, kami selalu bergantian dengan PKB yang memimpin di Pileg Jawa Timur. Periode lalu kami yang memenangkan menjadi ketua DPRD. Periode ini PKB, periode sebelumnya PKB kan begitu. Jadi bergantian,” kata Eriko kepada wartawan, Kamis (20/6/2024) malam.

Baca Juga: Bruno Mars ke Indonesia! Buruan Catat Waktunya!

“Nah, tentu kami akan berbicara dengan PKB lebih mendalam lagi bagaimana nanti kita menghitung ini. Sekali lagi Jawa Timur kan adalah sumber untuk kemenangan nanti di 2029 juga. Setelah Jawa Barat, penduduk terbesar adalah Jawa Timur. Nah, ini penting sekali. Siapakah yang akan menjadi katakan kami kan tentu menghitung dengan PKB juga apalagi PKB di Jakarta juga berkeinginan mengusung gubernur,” sambung Eriko.

Menurutnya, sangat mungkin jika PDIP mengusung cagub juga dan cawagubnya dari PKB, setelah Khofifah menolak PDIP dan berpasangan dengan Emil Dardak.

“Nah, bisa saja kan kami di Jawa Timur kami yang mengusung Gubernur, PKB yang menjadi calon wakil gubernur. Boleh gak seperti itu, boleh kan? Hanya sekali lagi tentu kamu sama-sama menghitung kemungkinan menang. Ini bisa saja nanti hanya tinggal dua poros di Jawa Timur ini, bisa saja begitu,” jelasnya.

Baca Juga: Tingkatkan Layanan Industri Keuangan, OJK Perluas Kerja Sama dengan Dukcapil

“Jadi porosnya yang sekarang yang incumbent dengan kami nanti, sama-sama bekerja sama baik dengan PKB, begitu juga dengan mungkin partai yang ada bergabung kan,” sambung Eriko.

Ia mengungkap, ada beberapa nama yang mungkin maju di Jatim bersaing dengan Khofifah-Emil, seperti Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, bahkan Ketua DPD Jawa Timur Said Abdullah, dan lain-lain.

“Mengenai siapa calon gubernur dan wakil gubernur? Kami punya semua kadernya. Kalau calon gubernur gak usah diragukan lagi, kita punya banyak kan. Ada Bu Risma, ada Pak Pram, bahkan ada ketua DPD kita Pak Said, banyak. Ada juga mantan-mantan bupati, ada juga Mas MenPAN RB, Azwar Anas,” ungkap Eriko.

Baca Juga: Silfester Matutina Bantah Jokowi Ikut Campur Pilkada Jakarta 2024

“Calon wakil gubernur banyak sekali, ada putranya Mas Pram, (yaitu) Mas Dito, ada Mas Kanang, ada Bupati Sumenep. Bayangkan paduan antara Jawanya dengan Madura. Jadi kami punya sangat banyak, tinggal nanti harus betul-betul dicek siapa yang diterima masyarakat Jawa Timur. Jadi jangan dibilang tidak mungkin kita menundukkan incumbent, dan ini kan sebenarnya sebagai penantang kan lebih punya banyak hal yang bisa disampaikan,” pungkas Eriko.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.