PKS Buru-buru Ambil Sikap di Pilkada Jakarta, Tanda Tak Diajak Gabung Pemerintahan Prabowo-Gibran?

AKURAT.CO Ada makna di balik sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tergesa-gesa mengusung Anies Baswedan-Sohibul Iman sebagai calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Jakarta 2024.
Founder Lembaga Survei Cyrus Network, Hasan Nasbi, menduga langkah tersebut sebagai tanda bahwa PKS tidak diajak untuk gabung dalam pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Hasan mengatakan, dinamika Pilkada Jakarta 2024 ini bertalian erat dengan dinamika koalisi di tingkat nasional. Dia meyakini, ada pembahasan bahwa Koalisi Indonesia Maju (KIM) memberi syarat kepada partai lain yang ingin gabung dalam pemerintahan Prabowo-Gibran.
Salah satu syaratnya yaitu bahwa partai yang ingin gabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran harus satu kubu juga dengan KIM di Pilkada Jakarta.
Baca Juga: KIM Lebih Senang Ada Tiga Poros di Pilkada Jakarta, Basis Suara Anies-Sohibul Terpecah
"Misalnya begini, ketika NasDem dan PKB mau gabung (pemerintahan Prabowo), apakah Pilgub Jakarta ini dijadikan bagian dari persyaratan gabung? Kalau anda masih dukung itu (Anies), ya kita nggak sama sama di nasional, silahkan, tapi nggak apa-apa, menurut saya diskusi itu pasti ada," kata Hasan dikutip dari YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia, Sabtu (6/7/2024).
"Jadi makanya sekarang yang firm itu baru PKS, kenapa? Berarti di tingkat nasionalnya PKS memang tidak diajak (gabung pemerintahan Prabowo)," sambungnya.
Dia menilai, jika PKS ditawarkan gabung dalam pemerintahan Prabowo-Gibran, dia yakin PKS tidak akan tergesa-gesa usung Anies di pilgub. Apalagi sampai menutup pintu dengan menempatkan Sohibul sebagai pendampingnya.
"Kalau PKS diajak misalnya dan ada harapan buat masuk, ini pasti jadi bargaining, PKS nggak akan dengan segera dan secepat ini untuk mengajukan nama Anies," ujarnya.
Sementara dengan sikap PKB dan NasDem yang sampai hari ini belum menentukan sikap di Pilkada Jakarta, ia yakin hal itu terjadi lantaran masih ada proses negosiasi yang berlangsung.
"Kalau yang lain itu berarti, NasDem belum, PKB baru di level DPW, kan belum DPP nya, berarti masih ada negosiasi untuk bergabung di level nasional, mungkin ini dugaan saya, mungkin ada negosiasi seperti itu bahwa persyaratannya kita harus kompak nih," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








