Akurat
Pemprov Sumsel

PKB Ajak PKS dan NasDem untuk Duduk Bersama Tentukan Pasangan Anies di Pilkada Jakarta 2024

Paskalis Rubedanto | 22 Juli 2024, 22:30 WIB
PKB Ajak PKS dan NasDem untuk Duduk Bersama Tentukan Pasangan Anies di Pilkada Jakarta 2024

AKURAT.CO Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menunggu kabar dari PKS dan NasDem untuk berembuk mendiskusikan pasangan Anies Baswedan dalam Pilkada Jakarta 2024.

“Semuanya belum duduk bersama partai-partai. PKB sudah dari awal kan umumkan itu. Nah sekarang sudah ada tiga, katakanlah PKB, PKS, NasDem. Pertanyaannya kapan duduk bersama. Kalau enggak duduk bersama enggak cukup. Enggak cukup partai untuk mengusung,” kata Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, di Kantor DPP PKB, Jakarta, Senin (22/7/2024).

Jazilul menegaskan, partainya berpendapat bahwa dalam menentukan pasangan Anies perlu duduk bersama alias berembuk. Sebab, setiap partai yang mengusung Anies tentunya memiliki suara atau pendapat masing-masing.

Baca Juga: Samsung Umumkan Patch Keamanan Agustus 2024, Tekankan Pentingnya Pembaruan

“Kita memerlukan waktu untuk duduk bersama dengan partai-partai yang sudah pasti mengusung Pak Anies. Misalkan PKS pasti mengusung tapi syaratnya kan Pak Sohibul Iman, kalau nanti enggak? Jadi NasDem katakanlah sekarang mengusung, kita perlu dengarkan juga siapa nanti yang diusulkan sebagai wakilnya. Jadi pentingnya disitu, tapi kalau pengumuman sendiri-sendiri begini itu kira-kira membuat PKB lebih yakin bahwa Pak Anies akan mendapatkan perahu,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika ketiga partai tersebut tidak berembuk bersama, maka perahu Anies untuk menjelajahi pilkada akan terancam kurang utuh.

“Tapi apakah perahu itu utuh? Belum. Sepanjang tiga-tiganya atau partai pengusungnya duduk bersama dan menentukan siapa pasangannya. Karena nanti begitu menyusun wakilnya berubah lagi,” tuturnya.

Baca Juga: Gandeng OpenAI, Apple Bakal Luncurkan Siri dengan Fitur Baru

Lebih jauh, mengenai nama politikus PKS, Sohibul Iman, Jazilul menganggap partainya bukan menolak karena tidak suka, namun karena harus memperhatikan suara dari bawah siapa yang diinginkan masyarakat.

“Duduk dulu kalau itu, itu bukan masalah srek atau tidak srek. Tapi duduk bareng dulu siapa wakilnya yang dimaui oleh orang DKI. Dan yang dimaui oleh PKB kan gitu,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.