Presiden PKS Bujuk Cak Imin Usung Anies-Iman di Pilkada Jakarta

AKURAT.CO Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu, mengajak Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), untuk mengusung pasangan Anies Baswedan-Sohibul Iman di Pilkada Jakarta 2024.
Syaikhu mengawali dengan menyampaikan selamat kepada PKB yang telah berulang tahun ke-26. Ia berharap PKB terus mengukir prestasi dengan meraih suara yang semakin banyak.
"Alhamdulillah pada 2024 ini bisa mencapai raihan yang terbaik. Selamat Gus, mudah-mudahan semakin pemilu ke depan juga semakin meningkat. Cuma jaraknya dengan PKS jangan jauh-jauh lho Gus. Kalau PKB 100, PKS 99 gitu dan menjadi sebuah kesyukuran bagi PKS bisa membersamai pada saat Pilpres 2024 yang lalu," kata Syaikhu dalam sambutannya, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (23/7/2024).
Baca Juga: Bagaimana Memperoleh Informasi dengan Cara Membaca Cepat?
"Saya kira ini menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bagi PKS. Karena Alhamdulillah dengan demikian stigma-stigma yang selama ini muncul terhadap PKS bisa hilang. Inilah kehebatan Gus Ami dan PKB," tambah Syaikhu.
Ia juga berharap kolaborasi koalisi selama Pilpres 2024 tetap terjalin hingga di perhelatan Pilkada nanti.
"Tentu kami menyadari bahwa kolaborasi yang sudah dibangun ini kiranya jangan berhenti sampai pemilu atau Pilpres saja. Tapi kiranya kita akan bangun juga pada kesempatan yang akan datang," tuturnya.
Syaikhu kemudian mengajak Cak Imin dan jajaran PKB untuk bersama-sama mengusung Anies-Iman di Pilkada Jakarta 2024.
Baca Juga: Beda Hamzah Haz dengan Politisi Zaman Now, Jauhnya Bagai Bumi dan Langit
"Kiranya di 2024 di Pilkada kelak insyaallah bisa bersama-sama Gus. Hanya saya mengungkapkan dalam sebuah pantun Gus. Dari Bekasi naik kereta, turunnya di Stasiun Sudirman, PKS ajak PKB kolaborasi di Jakarta, dukung Anies dan Sohibul Iman," ucap Syaikhu yang disambut tawa dan riuh tepuk tangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









