Akurat
Pemprov Sumsel

Jokowi Bersyukur Didukung Nasdem 10 Tahun Tanpa Mahar, Bagus untuk Pendidikan Politik Indonesia

Paskalis Rubedanto | 25 Agustus 2024, 22:42 WIB
Jokowi Bersyukur Didukung Nasdem 10 Tahun Tanpa Mahar, Bagus untuk Pendidikan Politik Indonesia

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo menyampaikan terima kasih kepada Partai Nasdem, karena sudah mendukungnya sejak 2014 hingga sekarang.

Jokowi mengaku memiliki sejarah panjang dan indah bersama Nasdem, karena didukung dua kali berturut-turut dalam kontestasi pilpres.

"Dimulai tahun 2014. Saya ingat betul Nasdem adalah partai pertama yang mendeklarasikan saya dalam pencalonan presiden. Kemudian tahun 2019 Nasdem juga kembali mencalonkan saya," kata Jokowi saat pembukaan Kongres Ke-3 Partai Nasdem di JCC, Senayan, Minggu (25/8/2024).

Menurutnya, kesetiaan dan komitmen Nasdem dapat menjadi contoh yang baik bagi dunia politik di Indonesia.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Sukses Redam India dengan Skor 3-1, Kembali Bertemu Pekan Depan

"Dengan dukungan tanpa mahar, politik tanpa mahar. Itu yang saya kira sangat bagus untuk pendidikan perpolitikan di negara kita Indonesia," jelasnya.

"Terima kasih Bang Surya, Pak Surya Paloh, terima kasih. Dan terima kasih juga ucapan untuk Partai Nasdem," tambah Jokowi.

Jokowi juga mengingat cerita Pilpres 2024, di mana Nasdem sempat berbeda jalan dengannya karena mengusung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

"Walaupun di 2024 sempat beda jalan, tadi satu di perubahan yang satunya lagi di keberlanjutan. Ya enggak apa-apa, biasa itu wajar. Kita bisa saling memahami dan kita juga bisa saling mengerti mengenai perbedaan itu," ujarnya.

"Karena memang hubungan saya dengan Bang Surya sangat natural, sangat alami, sangat nyata dan apa adanya," demikian Jokowi.

Baca Juga: KPU Tetapkan 8 Parpol Melenggang ke Senayan Periode 2024-2029, Paling Banyak PDIP dan Golkar

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.