Pramono Anung Mendadak Cagub Jakarta, Jembatan Rekonsiliasi Megawati-Jokowi?

AKURAT.CO Dipilihnya Pramono Anung sebagai Calon Gubernur Jakarta dari PDI Perjuangan (PDIP) pada Pilkada 2024 diduga kuat sebagai jalan rekonsiliasi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dengan Presiden Joko Widodo.
Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, meyakini, Pramono dipilih oleh Megawati dengan tujuan untuk mendinginkan suasana dengan Jokowi.
Pasalnya, Pramono adalah salah satu orang terdekat Jokowi yang selama 9 tahun terakhir menjabat Sekretaris Kabinet. Di sisi lain, Pramono juga kader senior PDIP, orang dekat Megawati dan pernah menjabat Sekjen PDIP.
Baca Juga: Jelang Konser di Jakarta 2025, Inilah Profil Personil Band Green Day
Menurut Jerry, majunya Pramono dalam Pilkada Jakarta 2024 bisa menjadi pendingin di tengah panasnya hubungan Megawati dan Jokowi yang sudah berlangsung sejak awal Pilpres 2024.
“Bisa jadi juga untuk menenangkan suasana, agar kondusif dipasanglah Pramono. Ini barang kali PDIP itu nggak mau langsung tunjukkan perang dengan Jokowi,” ujar Jerry kepada Akurat.co di Jakarta, Rabu (28/8/2024).
Pramono dikenal sebagai figur yang tidak pernah berkonflik dengan Jokowi. Karena itu, majunya Pramono di Pilkada diyakini bisa mengoreksi sikap keras PDIP sebelum-sebelumnya.
“Mungkin, PDIP ini mencoba mungkin, selama ini kan omongan Hasto (Sekjen PDIP) terlalu menyakiti, dicobalah dengan Pramono yang enggak pernah ada konflik dengan Jokowi. Apalagi Pramono minta izin sama Jokowi (maju Pilkada Jakarta) dan Jokowi mempersilakan,” jelasnya.
Keyakinan bahwa Pramono ditugaskan untuk meredakan ketegangan antara Megawati dan Jokowi menguat setelah nama Pramono muncul mendadak dari mulut Megawati.
Sebelumnya, kuat kabar bahwa PDIP akan mengusung Anies Baswedan atau Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Tapi yang terjadi justru PDIP mengusung Pramono, yang namanya belum pernah disebut-sebut dan tidak pernah masuk dalam radar lembaga survei untuk Pilada.
Baca Juga: Bursa Transfer: Chelsea Dikabarkan Dekati Ivan Toney, Bersaing dengan Tawaran dari Arab Saudi
“Ini PDIP memainkan politik yang lebih santun, karena Pramono adalah figur yang ngomongnya itu enggak blak-blakan, dia memang berkarakter Jawa tulen, kalau Ahok kan beda,” tambah Jerry.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









