PKS Hormati Langkah Anies Baswedan untuk Bentuk Ormas atau Partai Politik Baru

AKURAT.CO Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merespons langkah Anies Baswedan yang membuka peluang untuk membentuk organisasi masyarakat (ormas) atau partai politik baru setelah mengalami kekalahan di Pilpres dan gagal maju di Pilkada 2024.
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid, menyatakan, pihaknya menghormati keputusan Anies dan berharap agar rencana tersebut membawa kesuksesan.
“Saya doakan beliau agar sukses dengan partai barunya atau partai yang beliau akan buat. Saya kira itu hal yang wajar dilakukan oleh siapapun yang ingin berkontribusi lebih kuat lagi untuk Indonesia,” ujar Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/9/2024).
Baca Juga: Sambil Apresiasi Pegadaian Sponsori Liga 2, Erick Thohir Ingatkan Klub tak 'Main Sabun'
Hidayat kemudian mengingatkan kesuksesan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang membentuk Partai Demokrat setelah kalah dalam pemilihan Wakil Presiden di MPR, yang kemudian membawanya menjadi Presiden RI selama dua periode dari 2004 hingga 2014.
“Dulu, Pak SBY saat mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden di MPR bertarung dengan Pak Hamzah Haz dan lainnya, beliau kalah. Akhirnya, beliau membentuk Partai Demokrat dan berhasil menjadi Presiden pada 2004,” ujarnya.
Namun, Hidayat juga mengingatkan, tidak semua pembentukan partai politik berujung pada kesuksesan.
Ia menyebut contoh Hary Tanoesoedibjo dengan Partai Perindo dan Budiman Sudjatmiko dengan Partai Rakyat Demokratik, yang belum berhasil memenangkan kursi kepresidenan.
Baca Juga: Empat Belas Pemain Timnas Indonesia Umrah, Semoga Dimudahkan Jalan Lawan Arab Saudi
“Sekalipun membentuk partai, tidak otomatis akan menjadi presiden. Kita tahu waktu itu Mas Budiman Sudjatmiko membuat PRD, namun hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Kita juga tahu bagaimana hasilnya Pak Hary Tanoe dengan Perindo,” jelas Hidayat.
Sebelumnya, Anies Baswedan menyatakan kemungkinan membentuk ormas atau partai politik baru setelah gagal maju dalam Pilkada 2024.
Anies mengungkapkan, dirinya merasa tidak tepat untuk bergabung dengan partai politik yang ada saat ini, karena menurutnya, semua partai politik sudah tersandera oleh kekuasaan.
“Kalau masuk partai, pertanyaannya, partai mana yang sekarang tidak tersandera oleh kekuasaan? Jangankan dimasuki, mencalonkan saja terancam,” ujar Anies dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Jumat (30/8/2024).
Baca Juga: KPK Pastikan Tidak Beri Perlakuan Khusus ke Kaesang Terkait Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi
Anies juga menyatakan, membentuk ormas atau partai politik baru bisa menjadi alternatif untuk mengumpulkan semangat perubahan yang semakin besar di masyarakat.
“Bila diperlukan untuk mengumpulkan semua semangat perubahan yang sekarang semakin besar, dan itu menjadi sebuah kekuatan, maka membangun ormas atau partai baru mungkin adalah jalan yang akan kami tempuh,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









