PKB Belum Berkomunikasi dengan Prabowo Soal Jatah Kursi di Kabinet

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, mengungkap pihaknya belum mendapat tawaran atau berkomunikasi langsung dengan Presiden terpilih, Prabowo Subianto, mengenai jatah menteri di kabinet mendatang.
"Belum, belum, enggak ada (penawaran), itu hak prerogatif presiden," kata Jazilul kepada wartawan, di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Rabu (18/9/2024).
Mengenai posisi menteri di pos mana saja yang diharapkan, Jazilul mengaku PKB belum memikirkan sampai ke sana. Dia meminta masyatakat untuk menunggu saja keputusan Prabowo nanti, yang akan diumumkan pada hari pelantikan, 20 Oktober 2024.
"PKB belum berpikir itu, dan itu memang kewenangan dan prerogatif presiden tunggu saja," tegas Jazilul.
Baca Juga: Cak Imin Umumkan Kepengurusan Baru PKB, Ada Ma'ruf Amin hingga Diketuai Gen Z
Yang terpenting, menurut Jazilul, PKB akan serius secara moral membersamai Prabowo dalam memimpin pemerintahan selama lima tahun ke depan.
"Enggak, itu pokoknya itu hak prerogatif presiden. Pokoknya PKB secara moral akan mendukung suksesnya Pemerintahan pak Prabowo," tutupnya.
Sebelumnya, Kabinet pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dikabarkan akan berisi lebih dari 40 pos kementerian.
Hal itu sontak menimbulkan berbagai pro kontra di tengah-tengah masyarakat. Sebab, dengan lebih dari 40 pos kementerian tersebut, dinilai hanya akan menambah beban anggaran.
Kendati demikian, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, memastikan bahwa penambahan tersebut guna memfokuskan pelaksanaan program Prabowo-Gibran, hingga jauh dari kata tidak efektif.
"Justru harapannya bisa lebih efektif, karena ada fokus dari kementerian yang tersentral di situ," jelas Muzani kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/9/2024).
Muzani menjelaskan, konsep kabinet kerja nantinya memang ada beberapa pos kementerian yang digabung, dan ada yang dipisah.
Hal itu dilakukan untuk meningkatkan efektifitas fokus kerja masing-masing menteri. Contohnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan dipisah.
"Harapannya kan dengan penambahan menteri itu lebih fokus pada pelaksanaan program. Lebih fokus pada penamaan program, karena ada beberapa kementerian yang memang digabung tapi kemudian dalam pelaksanaan di lapangan kementerian tersebut ada bidang-bidang yang tertinggal," beber Muzani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








