Tak Harus Gabung Pemerintahan, PDIP Disarankan Jadi Oposisi Loyal

AKURAT.CO PDI Perjuangan (PDIP), disarankan untuk tetap berada di luar pemerintahan dengan menjadi oposisi yang loyal, dalam artian mendukung pemerintahan Prabowo Subianto tanpa harus mengambil bagian di lembaga eksekutif.
Menurut pengamat politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, hal itu juga akan berpengaruh kepada posisi PDIP lima tahun mendatang di Pemilu 2029.
Akan lebih strategis bagi PDIP jika tetap berada di luar pemerintahan, namun tetap mendukung dengan kritik yang masuk akal.
"Ya, lebih strategis dan tidak mendapat kecaman publik," kata Romli kepada Akurat.co, Kamis (26/9/2024).
Dia menambahkan, mendukung pemerintahan bukan berarti harud berada di dalam, alias menjabat sebagai menteri atau lembaga lainnya.
Baca Juga: PDIP Tetap Oposisi, Pertemuan Prabowo-Megawati Cuma Buat Kasih Undangan Pelantikan
"Saya kira mendukung pemerintah memang tidak harus berada di dalam dan menduduki jabatan dalam eksekutif atau kabinet. Sehingga tidak terikat oleh kewajiban sebagai bagian dari koalisi pemerintahan dan fatsun politik ketika bersikap kritis," jelasnya.
Menurutnya, PDIP sebaiknya menjadi oposisi yang loyal. Dimana jika ada kebijakan yang menguntungkan publik, maka harus didukung sepenuhnya.
"Tapi jika itu tidak baik bagi publik, harus mengkritisinya termasuk juga terkait dengan perlu kuatnya demokrasi," tegasnya.
"Sikap seperti itu yang saya namakan oposisi loyal. Oposisi objektif bukan subyektif dalam bersikap dan berpendapat, bukan mencari-cari kesalahan pemerintah," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPR RI, Puan Maharani, memberi sinyal bahwa partainya akan bergabung ke pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Puan mengatakan, hal itu bukanlah tidak mungkin. Karena PDIP sendiri tidak ada rekam jejak bermusuhan dengan Prabowo Subianto.
"Insya Allah, tidak ada yang tidak mungkin," kata Puan kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2024).
Dia juga memastikan, komunikasi dengan Prabowo selalu terjalin, bahkan sejak Pemilu dan Pilpres 2024 lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








