Penambahan Kementerian di Kabinet Prabowo-Gibran: Langkah Rasional Meningkatkan Kinerja Pemerintah

AKURAT.CO Penambahan jumlah kementerian dan lembaga dalam pemerintahan Prabowo-Gibran dianggap sebagai langkah strategis untuk memperlancar pencapaian target-target kerja yang dijanjikan selama kampanye.
Hal ini diungkapkan oleh Akademisi dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Ardli Johan Kusuma.
Menurut Ardli, dengan adanya perubahan pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008, presiden memiliki fleksibilitas untuk menentukan jumlah kementerian yang diperlukan sesuai dengan program kerja yang direncanakan.
"Ini terlihat sebagai langkah yang rasional," ujarnya, dikutip pada Minggu (13/10/2024).
Baca Juga: Hadirkan Inovasi Smart Meter, PAM JAYA Komitmen Jaga Kepuasan Pelanggan
Ia menjelaskan, penambahan kementerian dan lembaga bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan Prabowo-Gibran yang telah menjadi bagian dari janji kampanye mereka.
Namun, Ardli juga menekankan, langkah ini dihadapkan pada tantangan serius, seperti masalah ego sektoral yang masih ada di antara kementerian dan lembaga yang sudah ada.
"Presiden perlu mempertimbangkan dan menganalisis secara mendalam jika ingin menambah kementerian dan lembaga baru," ungkapnya.
Ia menambahkan, banyak isu di negara ini belum terselesaikan karena terhambat oleh ego sektoral, sehingga pemerintah perlu fokus untuk mengatasi masalah tersebut dengan memaksimalkan kinerja kementerian yang sudah ada.
Baca Juga: Capai Target 100 Persen Air Bersih Warga Jakarta 2030, PAM JAYA Kebut Bangun Infrastruktur Perpipaan
Lebih lanjut, Ardli memperingatkan agar pembentukan kementerian baru tidak hanya dilandasi kepentingan politik.
"Jangan sampai penambahan kementerian menjadi alat untuk memenuhi kepentingan elit politik dengan memberikan jabatan, bukan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat," katanya.
Dengan demikian, ia mengusulkan agar wacana penambahan jumlah kementerian dan lembaga dalam pemerintahan Prabowo-Gibran harus dikaji secara kritis berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar pertimbangan politis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









