Dharma Pongrekun Kritik BLT: Penghinaan, Kita Tak Dibesarkan Jadi Pengemis

AKURAT.CO Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Dharma Pongrekun, menilai kebijakan bantuan langsung tunai (BLT) tidak layak untuk warga Jakarta.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk penghinaan bagi warga Jakarta. Sebab, warga ibu kota tidak dibesarkan sebagai peminta-minta.
"Akhirnya warga diberikan BLT, diberikan gratis. Yang buat saya, itu adalah penghinaan. Karena kita dilahirkan oleh orangtua kita bukan untuk menjadi pengemis," kata Dharma Pongrekun di Jakarta Utara, Rabu (13/11/2024).
Baca Juga: Dharma Pongrekun Kritisi Kebijakan BLT, Rakyat Dimiskinkan secara Terencana
Dia menegaskan, jika nanti terpilih untuk memimpin Jakarta, masyarakat Jakarta akan dijadikan sebagai pribadi yang mandiri dan bermanfaat bagi tanah air, bukan tergantung pada bantuan pemerintah.
Menurutnya, adanya program BLT juga mengindikasikan bahwa masih banyak masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan.
"Janganlah sistem menggiring rakyat menjadi pengemis. BLT hadir karena ada kemiskinan. Tanpa kemiskinan, BLT dan gratis tidak akan pernah ada," ucapnya.
Dia pun mengajak masyarakat Jakarta, untuk mendukungnya dalam Pilkada DKI Jakarta 2024, dengan harapan menciptakan keadilan bagi seluruh warga Jakarta dan mengakhiri ketergantungan pada bantuan sosial.
"Saya hadir di sini untuk mengembalikan rakyat tidak menjadi objek penderitaan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








