Cegah Guncangan di Tubuh PDIP, Megawati Disarankan Serahkan Kursi Ketum ke Puan atau Prananda

AKURAT.CO Penetapan Sekjen PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, sebagai tersangka kasus suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dinilai tak akan menimbulkan guncangan yang berarti di tubuh PDIP.
Semua faksi yang ada di PDIP saat ini masih menghormati Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum. Sehingga, stabilitas internal PDIP, diyakini tetap terjaga meskipun sang Sekjen ditetapkan sebagai tersangka.
"Faksi-faksi yang ada di PDIP tidak akan berani mengganggu selama Megawati Soekarnoputri masih ada. Sebab, Megawati selama ini sangat dihormati oleh faksi-faksi yang ada di PDIP," kata Pakar komunikasi politik, M. Jamiluddin Ritonga, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/12/2024).
Jamiluddin menilai, Megawati adalah sosok yang penengah yang dapat mengakomodir semua kepentingan di internal. Hal ini menjadi alasan, mengapa nama Megawati selalu menjadi calon tunggal dalam Kongres PDIP.
Baca Juga: Hasto Kristiyanto: PDIP Menghormati Putusan KPK
"Karena itu, faksi Puan dan faksi Prananda tak akan membuat guncangan berarti dengan melemahnya faksi Hasto pasca dia jadi tersangka. Faksi Puan dan faksi Prananda paling hanya berebut posisi sekjen untuk mengantikan posisi Hasto," ujarnya.
Menurutnya, guncangan hebat justru berpeluang terjadi bila Megawati sudah tidak ada. Dia menyebut, masing-masing faksi akan berebut untuk menguasai PDIP.
Sehingga, Megawati lebih baik mengambil langkah preventif dengan menyerahkan kekuasaannya lebih awal ke orang yang dipercayainya, bisa Puan Maharani, Prananda Prabowo, atau yang lainnya.
"Karena itu, untuk menghindari guncangan hebat, pada kongres 2025 sebaiknya Mega menyerahkan jabatan ketum kepada Puan atau Prananda atau orang yang dinilainya layak. Dengan begitu, estafet kepemimpinan di PDIP akan berjalan mulus. Setiap faksi tidak akan berani menolak pilihan Megawati jadi ketum," ucapnya.
Menurutnya, langkah Megawati itu diperlukan demi menjaga eksistensi PDIP dan menjadikannya partai yang kokoh, sekalipun dirinya sudah tidak ada.
"Kalau hal itu dilakukan Megawati, maka eksistensi PDIP akan tetap terjaga. Pihak eksternal tak akan dapat menggoyang PDIP. Kalau pun ada, itu hanya ibarat angin sepoi-sepoi saja. Hal ini tentu tak dapat mengoyahkan PDIP," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






