Akurat
Pemprov Sumsel

Fahri Hamzah: Saatnya Indonesia Tinggalkan Politik Liberal, Perkuat Jati Diri Bangsa!

Oktaviani | 1 Januari 2025, 18:40 WIB
Fahri Hamzah: Saatnya Indonesia Tinggalkan Politik Liberal, Perkuat Jati Diri Bangsa!

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, menilai, politik liberal yang berkembang di Indonesia telah membawa dampak buruk bagi semangat persatuan dan keharmonisan nasional.

Menurutnya, sistem ini cenderung menciptakan konflik di antara anak bangsa, memicu perpecahan, dan melemahkan konsolidasi politik.

"Politik liberal bersifat centang perenang, memungkinkan kita saling bertengkar, menghina, bahkan mengadu domba, padahal efeknya tidak signifikan bagi kemajuan bangsa," ujar Fahri dalam diskusi bertajuk "Menyongsong Momentum Indonesia, Refleksi 2024 dan Proyeksi 2025" di Jakarta, Rabu (1/1/2025).

Fahri menyerukan pentingnya mengembalikan nilai-nilai politik Pancasila sebagai panduan utama dalam membangun narasi besar persatuan bangsa.

Baca Juga: Soal Tarif Baru Air Perpipaan, Penjabat Gubernur Jakarta: Tarif PAM Jaya Paling Murah

Menurutnya, politik Pancasila mampu menjadi solusi untuk mengatasi keterpecahan dan memberikan arah yang jelas bagi masa depan Indonesia.

"Politik Pancasila harus dihidupkan kembali sebagai pondasi besar kita untuk bersatu. Ini bukan hanya soal teori, tapi soal bagaimana kita membangun jati diri bangsa," tegas Fahri.

Fahri juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap perkembangan teknologi, khususnya kebebasan di media sosial, yang justru sering digunakan untuk saling menegasikan dan memperburuk polarisasi politik.

Fenomena ini, katanya, bahkan merambah hingga ke kritik terhadap pemimpin bangsa, yang kerap kali tak konstruktif.

Selain itu, Fahri mengingatkan tentang godaan untuk meniru sistem politik otoriter seperti yang diterapkan China.

Meski berhasil membawa negara tersebut menjadi kekuatan ekonomi besar dalam waktu singkat, Fahri mengingatkan bahwa jalan otoritarianisme tidak sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.

Baca Juga: PKB Dukung Wacana Libur Sekolah Selama Bulan Ramadan, Banyak Positifnya

"Di satu sisi, kita melihat China maju pesat dengan otoritarianismenya, sementara negara-negara Barat dengan politik liberal justru menghadapi krisis moral dan fragmentasi bangsa. Ini tantangan besar yang harus kita pikirkan bersama," jelasnya.

Dalam konteks ini, Fahri mendukung Presiden Prabowo Subianto untuk terus mengonsolidasikan kekuatan nasional melalui kepemimpinan yang mampu mempersatukan bangsa.

Menurutnya, Prabowo memiliki peluang besar untuk membangun arah politik baru yang memperkuat identitas Indonesia.

"Kita butuh komando politik yang mampu mengarahkan bangsa ke jalur yang tepat. Partai-partai ekstremis yang hanya mementingkan kepentingan kelompok harus ditinggalkan demi jati diri Indonesia yang kokoh," kata Fahri.

Fahri optimis bahwa dengan politik yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila dan visi yang jelas, Indonesia dapat memanfaatkan momentum ini untuk membangun kekuatan besar yang akan membawa kemajuan di masa depan.  

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.