Wacana Prabowo Dua Periode Masih Terlalu Dini untuk Dibahas

AKURAT.CO Munculnya aspirasi dari para kader Partai Gerindra, yang mewacanakan Presiden Prabowo Subianto menjabat selama dua periode, masih terlalu dini untuk digadangkan.
Mengingat, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka baru memasuki 100 hari kerja.
"Bagi saya wacana Prabowo 2 Periode terlalu dini untuk dihembuskan, baru juga 100 hari pertama masa kerja Prabowo-Gibran," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, saat dihubungi Akurat.co. Sabtu (15/2/2025).
Menurutnya, keinginan ini muncul dari euforia masyarakat atas kemenangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 lalu. Terlebih lagi, pemerintahan Prabowo-Gibran mendapatkan tingkat kepuasan yang tinggi dari masyarakat.
Baca Juga: Prabowo Dua Periode Menggema, PDIP Anggap Realistis dan Harus Dilakukan
"Sangat wajar, mereka masih euforia dengan kemenangan Prabowo di Pilpres 2024 kemarin, apalagi Approval Rate Prabowo yang sangat tinggi mencapai 80 persen. Sehingga para kader Gerindra percaya diri untuk menyuarakan itu," imbuhnya.
Dia menambahkan, secara politik wacana Presiden Prabowo dua periode juga bisa menjadi tanda untuk mengidentifikasi reaksi partai koalisi dan di luar koalisi.
"Secara politik wacana 2 periode ini sengaja juga dimunculkan untuk mengidentifikasi reaksi partai koalisi dan di luar koalisi. Dengan kata lain ingin melihat mana kawan dan mana lawan ke depan," tandasnya.
Sebelumnya, dalam KLB tersebut, Prabowo Subianto kembali dipercaya sebagai Ketua Umum Partai Gerindra untuk periode berikutnya. "Pak Prabowo kembali ditetapkan sebagai Ketua Umum sekaligus formatur tunggal," tegas Dasco.
Dengan terpilihnya kembali Prabowo, Gerindra menegaskan arah kepemimpinan partai di bawah komando Presiden RI tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







