Akurat
Pemprov Sumsel

Prabowo Tunggu Laporan Airlangga soal Negosiasi Tarif Impor dengan AS

Atikah Umiyani | 22 April 2025, 23:51 WIB
Prabowo Tunggu Laporan Airlangga soal Negosiasi Tarif Impor dengan AS

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto masih menanti laporan resmi dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terkait perkembangan negosiasi tarif impor antara Indonesia dan Amerika Serikat.

"Saya belum bertemu Pak Airlangga. Jadi belum bisa sampaikan hasilnya," ujar Prabowo saat ditemui di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Airlangga saat ini tengah berada di Washington D.C., memimpin delegasi Indonesia dalam perundingan dagang dengan sejumlah pejabat tinggi AS.

Negosiasi ini membahas tarif resiprokal yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump dan akan berlangsung intensif selama 60 hari ke depan sejak 20 April lalu.

Delegasi Indonesia turut diperkuat oleh tokoh-tokoh berpengalaman seperti Mari Elka Pangestu dari Dewan Ekonomi Nasional dan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono.

Baca Juga: Pansus Parkir DPRD DKI Targetkan Pendapatan Rp1,3 Triliun, Sistem Tunai Bakal Dihapus

Sementara dari pihak AS, negosiasi dipimpin langsung oleh U.S. Trade Representative (USTR), Jamieson Greer.

Beberapa isu krusial yang dibahas mencakup perdagangan digital, bea masuk untuk transmisi elektronik (Customs Duties on Electronic Transmissions/CDET), inspeksi pra-pengapalan, peran surveyor, aturan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), serta penguatan akses pasar kedua negara.

Menariknya, Indonesia termasuk satu dari sedikit negara yang diberi kesempatan melakukan negosiasi langsung oleh AS, bersama Jepang, Italia, dan Vietnam.

Dalam rangkaian lawatannya, Airlangga juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick.

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga menawarkan peningkatan impor dari AS, mulai dari LPG, gasoline, minyak mentah, hingga produk agrikultur seperti gandum, kacang kedelai, dan susu kedelai.

"Indonesia juga berniat meningkatkan pembelian barang-barang modal dari Amerika Serikat sebagai bentuk kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan," ungkap Airlangga dalam konferensi pers di Washington D.C., Jumat lalu (18/4/2025).

Baca Juga: Pramono Ajak Warga Kampung Bayam Jadi Petani Perkotaan, Janjikan Pelatihan dan Lapangan Kerja

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.