PCO RI Buka Pintu Diskusi Soal Usulan Dana Besar untuk Parpol Demi Tekan Korupsi

AKURAT.CO Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO RI), Hasan Nasbi, menanggapi usulan dari pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pemberian dana besar dari APBN untuk partai politik.
Menurutnya, pemerintah terbuka untuk mendiskusikan gagasan tersebut sebagai bagian dari upaya menekan korupsi dalam sistem politik nasional.
“Presiden sangat serius dalam agenda pemberantasan korupsi, dan ide-ide yang rasional tentu bisa didiskusikan,” ujar Hasan di Kantor PCO RI, Jakarta, Senin (19/5/2025).
Hasan menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup pintu terhadap saran-saran yang konstruktif, termasuk usulan peningkatan dana partai politik.
Namun, setiap wacana tetap harus dikaji dari sisi rasionalitas dan dampaknya terhadap keuangan negara.
“Semua harus dihitung secara matang—ketersediaan anggaran, prioritas nasional, dan kemampuan fiskal negara,” jelasnya.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Siap Beroperasi di 63 Lokasi, Sasar Siswa Miskin dan Daerah Tertinggal
Hasan juga mengungkapkan bahwa partai politik saat ini memang sudah mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.
Namun, opsi peningkatan dana harus dilihat sebagai bagian dari upaya reformasi sistem politik, bukan sekadar solusi tunggal.
“Memberantas korupsi bisa melalui banyak cara. Bisa lewat reformasi sistem, tambahan bantuan dana, atau mekanisme baru yang lebih transparan. Semua bisa dibahas untuk menjadi produk hukum,” tutup Hasan.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto mengusulkan, agar partai politik (parpol) bisa mendapat bantuan dana besar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Hal itu ditujukan untuk mencegah praktik korupsi.
Menurutnya, sistem politik saat ini masih membuka lebar ruang terjadinya praktik korupsi.
Apalagi, kata dia, sistem politik tanah air memerlukan anggaran besar bagi seorang figur ingin menduduki jabatan publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








