Akurat
Pemprov Sumsel

Jokowi Berpotensi Jadi Ketum PPP, Haji Isam Dinilai Jadi Kunci Alih Kuasa

Paskalis Rubedanto | 29 Mei 2025, 18:30 WIB
Jokowi Berpotensi Jadi Ketum PPP, Haji Isam Dinilai Jadi Kunci Alih Kuasa

AKURAT.CO Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), disebut-sebut berpeluang besar menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Pengamat politik Ray Rangkuti menilai, peluang ini terbuka lebar jika benar pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam bergabung ke partai berlambang Kabah tersebut.

"Kalau benar Haji Isam masuk ke PPP, maka alih kuasa di partai itu sudah selesai. Tinggal menunggu formalitas pergantian kepemimpinan. Dan posisi ketua umum tentu jadi incaran utama," kata Ray kepada wartawan, Kamis (29/5/2024).

Menurut Ray, jika keterlibatan Haji Isam benar adanya, maka hanya ada dua nama kuat calon ketum PPP: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Joko Widodo.

“Jika benar terkait Haji Isam, maka kemungkinan hanya dua nama: Amran Sulaiman dan Jokowi. Keduanya punya potensi kuat jadi ketum PPP berikutnya,” ujarnya.

Baca Juga: HPE Konsentrat Tembaga Naik Tipis, Pemerintah Jaga Stabilitas Ekspor

Namun, nama Jokowi dinilai jauh lebih unggul. Ray menyebut mantan wali kota Solo itu membutuhkan kendaraan politik yang lebih mapan daripada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk melanjutkan pengaruh politiknya pasca-presidensi.

"PSI masih terlalu kecil dan belum mengakar. Jokowi butuh partai yang lebih besar dan berpengalaman. PPP memenuhi syarat itu. Apalagi jika ada dorongan dari Haji Isam, kans Jokowi jadi ketum terbuka lebar," jelasnya.

PPP dinilai bisa menjadi basis politik baru bagi Jokowi sekaligus kendaraan politik bagi putra-putranya, seperti Gibran Rakabuming atau Bobby Nasution.

Ray bahkan menyebut skenario gabungan PPP–PSI di Pemilu 2029 sebagai kekuatan politik yang patut diperhitungkan.

Meski demikian, nama Amran Sulaiman tetap masuk bursa. Namun, Ray menyebut peluangnya lebih kecil dibanding Jokowi.

“Amran butuh restu Prabowo karena saat ini menjabat menteri. Selain itu, secara elektoral, figurnya tidak terlalu kuat. PPP butuh sosok dengan daya tarik besar dan waktu penuh, dan itu bisa dipenuhi oleh Jokowi,” tambah Ray.

Menurutnya, mendorong Jokowi sebagai Ketua Umum PPP adalah langkah rasional dan strategis, baik bagi partai maupun bagi Haji Isam.

Baca Juga: Program Cek Kesehatan Gratis Bantu Deteksi Dini dan Penanggulangan TBC

“Menjadikan Jokowi caketum PPP jauh lebih realistis dan menguntungkan bagi semua pihak,” tegasnya.

Lantas, apakah Jokowi akan menerima tawaran tersebut?

"Jawabannya, sangat mungkin. Kemungkinan itu ada di kisaran 60 persen," pungkas Ray.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.