Kunjungan Macron Dinilai Strategis, Dorong Percepatan Perjanjian Dagang Indonesia–Uni Eropa

AKURAT.CO Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) RI, Philips J. Vermonte, menyebut, kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia sebagai langkah yang strategis dan berdampak besar bagi masa depan kerja sama ekonomi Indonesia.
Menurut Philips, kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong percepatan tercapainya Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA)—perjanjian dagang komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa.
“Prancis adalah negara besar dan pemain kunci di Uni Eropa. Keterlibatannya bisa sangat strategis dalam mempercepat penyelesaian IEU-CEPA,” ujar Philips dalam keterangan resmi yang diunggah melalui akun Instagram @pcovoice, Jumat (30/5/2025).
Lebih lanjut, Philips menilai kerja sama ini krusial sebagai alternatif hubungan dagang, ekonomi, dan investasi di tengah meningkatnya tensi geopolitik global, terutama antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
“Kerja sama ini penting sebagai opsi alternatif menghadapi dinamika ketegangan antara dua kekuatan besar dunia. Indonesia perlu memperluas jejaring ekonomi globalnya,” jelasnya.
Baca Juga: Suasana Mall Terbuka dan Desain Internasional, Rukan Euroasia Jadi Magnet Baru PIK2
Sebagai hasil dari pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Macron di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025), sebanyak 21 kesepakatan strategis berhasil dicapai.
Kesepakatan ini mencakup berbagai sektor, mulai dari pertahanan, energi, hingga teknologi.
Tak hanya itu, Macron secara tegas menyampaikan dukungan penuh Prancis terhadap penyelesaian perjanjian IEU-CEPA dan mendorong keanggotaan penuh Indonesia dalam Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).
Kunjungan Macron sekaligus menandai penguatan hubungan bilateral Indonesia–Prancis serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Uni Eropa.
Pemerintah Indonesia berharap, sinergi ini dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan posisi strategis Indonesia dalam kancah global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









