Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia Dinilai Strategis, Berpotensi Redam Ketegangan Global

AKURAT.CO Anggota Komisi I DPR RI, Andina Thresia Narang, menilai, kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia sebagai langkah strategis yang dapat memperkuat posisi Indonesia dalam upaya mediasi perdamaian global.
Menurutnya, kehadiran Prabowo di Rusia tidak hanya untuk mempererat hubungan bilateral, tetapi juga membuka ruang diplomasi yang lebih luas, termasuk meredam potensi konflik antara Israel dan Iran.
“Saya melihat kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia sebagai langkah tepat dan strategis, tidak hanya mempererat hubungan diplomatik dan ekonomi antara kedua negara, tetapi juga memberikan ruang bagi Indonesia untuk berkontribusi dalam mediasi perdamaian global,” ujar Andina dalam keterangan tertulis, Jumat (20/6/2025).
Ia menilai, Indonesia memiliki posisi yang unik dan independen dalam percaturan geopolitik global, sehingga dapat mendorong Rusia agar berperan sebagai penengah dalam konflik yang terjadi, khususnya di kawasan Timur Tengah.
“Dengan situasi di Timur Tengah yang terus memanas, peran proaktif Indonesia dalam mendorong Rusia sebagai mediator dapat membantu menurunkan eskalasi dan mencegah risiko terjadinya perang yang lebih luas atau ancaman perang nuklir,” tambahnya.
Meski demikian, Andina menekankan bahwa seluruh kerja sama yang dibangun, baik dari sisi diplomatik maupun ekonomi, harus memberi manfaat konkret bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan rakyat.
Baca Juga: TERBARU Kode Redeem FF 21 Juni 2025, Garena Siapkan Item Menarik Secara Gratis
“Kami di DPR RI, melalui fungsi pengawasan dan penganggaran, akan memastikan bahwa setiap langkah diplomasi ekonomi dan politik memberikan dampak positif dan nyata bagi kesejahteraan rakyat Indonesia,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Ia juga berharap kunjungan Presiden Prabowo dapat mempercepat penyelesaian Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (EAEU) yang beranggotakan Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kirgistan.
“FTA ini membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan akses pasar bagi produk-produk unggulan kita seperti pertanian, kelapa sawit, dan produk manufaktur dengan nilai tambah tinggi,” jelasnya.
Andina menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah diplomasi yang ditempuh pemerintah, seraya menekankan pentingnya menjaga peran aktif Indonesia dalam tatanan global.
“Kita harus terus berkomitmen dalam peran kita sebagai bangsa yang mendorong perdamaian dunia serta mitra ekonomi yang handal, menjadikan kerja sama ini sebagai pijakan untuk masa depan yang lebih cerah dan stabil,”pungkasnya.
Baca Juga: Lupa Password WiFi? Begini Cara Melihatnya di Laptop Tanpa Aplikasi Tambahan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










