Cak Imin Prihatin Pemilu Penuh Transaksi Politik, Serangan Fajar Harus Dihentikan

AKURAT.CO Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) prihatin bahwa transaksi politik telah mendominasi dalam setiap ajang pemilihan umum (pemilu) di Indonesia.
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, mendorong penyelenggaraan pemilu selanjutnya agar lebih berkualitas dan menghentikan budaya serangan fajar yang kerap melanda para calon pemilih.
Kondisi pemilu tersebut disampaikan Cak Imin dalam pengukuhan pengurus Lembaga Kaderisasi Nasional (LKN) PKB, di Jakarta, Senin (14/7/2025) malam.
Baca Juga: Komisi II Usul ke Pimpinan DPR untuk Segera Jadwalkan Pembahasan Revisi UU Pemilu
"Ya, kita sedang mengalami masa yang agak pelik, di mana transaksi politik mendominasi di dalam pemilihan-pemilihan kita. Oleh karena itu, serangan fajar harus kita hentikan supaya pemilih kita semakin cerdas. Nah, satu-satunya cara agar pemilih Indonesia dalam pemilu itu cerdas ya melalui kaderisasi," jelasnya.
Cak Imin berharap, LKN PKB yang telah resmi berdiri dapat bergerak cepat secara luas.
Tidak hanya bergerak di kelas atau komunitas tapi juga di level publik, bahkan melalui media sosial.
Baca Juga: DPP PDIP Gelar Rapat Internal Sikapi Putusan MK Soal Pemisahan Pemilu
"Melalui berbagai forum yang lebih luas sehingga kesadaran politik yang independen itu harus terus ditumbuhkan di masyarakat," lanjutnya.
Cak Imin bersyukur, karena meskipun baru dilantik, LKN PKB telah menghasilkan ribuan kader baru yang berkualitas.
Yang akan menjadi ujung tombak penggerak partai di level paling bawah.
Baca Juga: 22 Penyelenggara Dipecat, DKPP Bongkar Jurus Licik Peserta Pemilu yang Menggoda demi Kekuasaan
"Nah karena itu, di sisi yang lain, kaderisasi itu menjadi tulang punggung adanya semangat untuk menjaga nilai-nilai, meneruskan cinta-cinta perjuangan, merawat seluruh organisasi dan kewajiban-kewajibannya di dalam melaksanakan tugas kemasyarakatan," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





