Akurat
Pemprov Sumsel

Di Kongres PSI 2025, Prabowo Hampir Salah Sebut Bahlil sebagai Ketum Gerindra

Atikah Umiyani | 20 Juli 2025, 22:56 WIB
Di Kongres PSI 2025, Prabowo Hampir Salah Sebut Bahlil sebagai Ketum Gerindra

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, secara tegas menolak peleburan atau penggabungan partai-partai politik menjadi satu kekuatan yang besar.

Peleburan partai ini awalnya disampaikan Prabowo saat dirinya hampir salah ucap saat menyapa Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, saat berpidato di acara Penutupan Kongres PSI di Solo, Minggu (20/7/2025).

Dia mengaku hampir menyebut Bahlil sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, padahal Bahlil merupakan Ketua Umum Partai Golkar. Prabowo kemudian melontarkan pertanyaan dengan candaan soal peleburan partai-partai menjadi satu partai yang besar.

Baca Juga: PSI Siap Dukung Program Prabowo, Kaesang: Kami Terus Berada di Sisi Bapak

"Menteri ESDM Pak Bahlil yang Ketua Umum...(diam sejenak), Golkar, hampir saya sebut Gerindra itu tadi, apa ujungnya kita ini semua fusi (bergabung) saja ya, jadi satu partai gimana itu?" tanya Prabowo dengan canda.

Dia kemudian dengan cepat langsung menjawab sendiri pertanyaannya. Dia menegaskan bahwa peleburan partai-partai menjadi satu partai adalah tidak benar. Dia sendiri pun menolak dan menganggap sebagai langkah yang tidak demokratis.

"Enggak boleh, enggak boleh, nanti enggak demokratis. Kita Bhineka Tunggal Ika, kita berbeda tapi kita bersatu dalam cinta tanah air," ujarnya.

Baca Juga: Prabowo: Politik Bukan Soal Kekuasaan, Tapi Kehendak untuk Memperbaiki Hidup Rakyat

Prabowo menegaskan bahwa kompetisi adalah hal yang baik dan harus dilakukan. Setelah berkompetisi, dia menegaskan bahwa semua pihak wajib bersatu untuk mengabdi kepada bangsa dan rakyat Indonesia.

Bersamaan dengan itu, Prabowo juga menegaskan bahwa demokrasi Indonesia bukanlah demokrasi yang saling mencaci-maki maupun mencari-cari kesalahan.

"Saudara-saudara, demokrasi Indonesia yang sebenarnya bukan demokrasi gontok-gontokan bukan demokrasi caci maki, bukan demokrasi mencari-cari kesalahan, mencari-cari kelemahan, kita mikul duwur mendem jero, saudara-saudara itu demokrasi Indonesia," ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.