Di Kongres PSI 2025, Prabowo Hampir Salah Sebut Bahlil sebagai Ketum Gerindra

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, secara tegas menolak peleburan atau penggabungan partai-partai politik menjadi satu kekuatan yang besar.
Peleburan partai ini awalnya disampaikan Prabowo saat dirinya hampir salah ucap saat menyapa Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, saat berpidato di acara Penutupan Kongres PSI di Solo, Minggu (20/7/2025).
Dia mengaku hampir menyebut Bahlil sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, padahal Bahlil merupakan Ketua Umum Partai Golkar. Prabowo kemudian melontarkan pertanyaan dengan candaan soal peleburan partai-partai menjadi satu partai yang besar.
Baca Juga: PSI Siap Dukung Program Prabowo, Kaesang: Kami Terus Berada di Sisi Bapak
"Menteri ESDM Pak Bahlil yang Ketua Umum...(diam sejenak), Golkar, hampir saya sebut Gerindra itu tadi, apa ujungnya kita ini semua fusi (bergabung) saja ya, jadi satu partai gimana itu?" tanya Prabowo dengan canda.
Dia kemudian dengan cepat langsung menjawab sendiri pertanyaannya. Dia menegaskan bahwa peleburan partai-partai menjadi satu partai adalah tidak benar. Dia sendiri pun menolak dan menganggap sebagai langkah yang tidak demokratis.
"Enggak boleh, enggak boleh, nanti enggak demokratis. Kita Bhineka Tunggal Ika, kita berbeda tapi kita bersatu dalam cinta tanah air," ujarnya.
Baca Juga: Prabowo: Politik Bukan Soal Kekuasaan, Tapi Kehendak untuk Memperbaiki Hidup Rakyat
Prabowo menegaskan bahwa kompetisi adalah hal yang baik dan harus dilakukan. Setelah berkompetisi, dia menegaskan bahwa semua pihak wajib bersatu untuk mengabdi kepada bangsa dan rakyat Indonesia.
Bersamaan dengan itu, Prabowo juga menegaskan bahwa demokrasi Indonesia bukanlah demokrasi yang saling mencaci-maki maupun mencari-cari kesalahan.
"Saudara-saudara, demokrasi Indonesia yang sebenarnya bukan demokrasi gontok-gontokan bukan demokrasi caci maki, bukan demokrasi mencari-cari kesalahan, mencari-cari kelemahan, kita mikul duwur mendem jero, saudara-saudara itu demokrasi Indonesia," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








