IKN Ditetapkan Jadi Pusat Politik, Target Rampung 3 Tahun

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat politik Republik Indonesia mulai tahun 2028.
Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 yang ditandatangani pada 30 Juni 2025.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetya Hadi menegaskan bahwa arah pembangunan IKN tidak berubah sejak awal digagas, yakni menuntaskan pembangunan kawasan eksekutif, yudikatif, dan legislatif dalam tiga tahun ke depan.
“Tidak ada yang berbeda. Pembangunan tetap sesuai tujuan awal, agar entitas eksekutif, yudikatif, dan legislatif bisa selesai dalam tiga tahun,” ujarnya di DPR RI, Selasa (23/9/2025).
Prasetya menekankan pentingnya pemindahan seluruh entitas politik, bukan hanya eksekutif.
“Kalau hanya eksekutif yang pindah, nanti rapat dengan siapa? Jadi maksudnya, IKN harus jadi pusat entitas politik yang lengkap,” tegasnya.
Penetapan IKN sebagai pusat politik bukan sekadar langkah administratif, melainkan bagian dari visi besar pemerataan pembangunan dan tata kelola pemerintahan yang lebih inklusif.
Baca Juga: Kenaikan Gaji ASN Belum Pasti, KSP: Negara Harus Hitung Ulang Anggaran
Perpres tersebut menegaskan percepatan pembangunan kawasan IKN sekaligus persiapan matang untuk pemindahan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Kalimantan Timur.
“Perencanaan dan pembangunan kawasan, serta pemindahan ke Ibu Kota Nusantara dilaksanakan sebagai upaya mendukung terwujudnya IKN menjadi ibu kota politik pada tahun 2028,” demikian tertulis dalam beleid itu.
Pemerintah berharap pemindahan ibu kota ini menjadi katalisator transformasi Indonesia, sehingga pembangunan tidak lagi terpusat di Pulau Jawa, melainkan lebih merata ke seluruh penjuru negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









