Akurat
Pemprov Sumsel

Anis Matta Ingin Politik Bukan Sekadar Perebutan Kursi Kekuasaan, Tapi Punya Dampak ke Masyarakat

Atikah Umiyani | 22 November 2025, 16:58 WIB
Anis Matta Ingin Politik Bukan Sekadar Perebutan Kursi Kekuasaan, Tapi Punya Dampak ke Masyarakat

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Anis Matta, menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam panggung politik nasional. Dari budaya transaksional, menjadi politik yang berbasis pada isu dan gagasan.

"Itu yang selama ini tidak ditawarkan oleh partai politik. Sehingga, kita masuk ke dalam politik transaksi. Kita ingin mengubah tradisi, mengubah politik transaksi menjadi politik isu, atau politik narasi," kata Anis Matta di Yogyakarta, dikutip Sabtu (22/11/2025).

Dia mengatakan, pendekatan tersebut dipilih karena Partai Gelora lahir dari kesadaran untuk mengantisipasi krisis global dan sistemik yang mengancam dunia saat ini.

Baca Juga: Kaesang Sebut Elektabilitas Percuma Tanpa 'Isi Tas', Mengarah ke Politik Uang?

Oleh sebab itu, partainya ingin fokus memberikan dampak atau impact nyata bagi masyarakat luas, bukan sekadar perebutan kursi kekuasaan semata. 

"Kita ingin membangun satu tradisi di Partai Gelora, tradisi berpolitik yang berbasis pada tujuan untuk menciptakan impact. Bukan sekadar merebut kursi, tapi terutama untuk menciptakan pengaruh dalam kehidupan orang banyak," katanya.

Menurutnya, perubahan paradigma dari politik transaksional ke politik isu dan gagasan akan membuat pemilih muda atau Gen Z semakin tertarik dan tidak apatis terhadap politik. Dengan nalar kritisnya, Gen Z justru merupakan kelompok yang paling haus akan ideologi dan narasi, bukan sekadar gimik politik belaka.

Baca Juga: Pertemuan Tingkat Tinggi di Tokyo: Indonesia-Jepang Sepakat Pererat Kerja Sama Politik hingga Pertahanan

"Jadi berpolitik itu, baru akan punya makna bila bisa menghasilkan kebermanfaatan bagi publik, terutama Gen Z," ujarnya.

Anis Matta yang juga Wakil Menteri Luar Negeri RI ini menilai, proses perubahan paradigma tersebut diperkirakan akan makan waktu lama, dan bisa jadi akan diwarnai benturan pada awal perjalanan perubahan paradigma tersebut. 

"Karena, mimpi besar yang sesungguhnya adalah cita-cita yang melampaui kemampuan kita. Benturan-lah yang memberi kita perspektif lain dalam melihat segala fenomena, sekaligus memberi jalan bagi kita untuk membuka peluang baru," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.