Dukung Pilkada Lewat DPRD, Demokrat Terjepit Dilema Politik?

AKURAT.CO Partai Demokrat dinilai berada dalam posisi dilematis terkait wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD.
Sikap tersebut dinilai berpengaruh terhadap reputasi partai dan keberlanjutan elektoral Demokrat menjelang Pemilu 2029.
Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, mengatakan Demokrat tidak serta-merta menyatakan dukungan ketika sejumlah partai lain, seperti Golkar, Gerindra, PKB, dan PAN, lebih dulu mendukung wacana tersebut.
“Demokrat mempertimbangkan efek timbal balik terhadap partainya jika langsung mendukung Pilkada melalui DPRD,” kata Iwan, Jumat (9/1/2026).
Menurutnya, keputusan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2014 yang menerbitkan Perppu untuk menolak Pilkada melalui DPRD masih membayangi langkah Demokrat saat ini.
Jika terburu-buru mendukung, Demokrat berisiko dinilai tidak konsisten dan mengabaikan sikap politik yang pernah diambil SBY.
Baca Juga: Gerindra Buka Suara soal Demokrat yang Kini Dukung Pilkada DPRD
“Apalagi SBY masih aktif sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai. Ini bisa menjadi bumerang dan berpotensi menggerus kepercayaan publik,” ujarnya.
Di sisi lain, Iwan menilai Demokrat juga harus memperhitungkan arah koalisi pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Dukungan terhadap arus koalisi dinilai penting untuk menjaga posisi politik partai.
“Jika tidak, Demokrat harus membayar mahal dengan risiko dikucilkan dari koalisi,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut juga dapat mempersempit ruang politik dan menutup peluang Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk maju sebagai calon wakil presiden pada 2029.
Dalam situasi tersebut, Demokrat memilih menggunakan diksi politik yang lebih diplomatis dengan menyatakan mengikuti arah Presiden, tanpa secara eksplisit menyamakan posisi dengan partai-partai pendukung Pilkada lewat DPRD.
Iwan menilai langkah ini sebagai strategi untuk menjaga citra partai di tengah potensi penolakan publik terhadap perubahan sistem Pilkada.
“Ini upaya Demokrat melindungi posisi politik dan citra partai agar tetap aman jika terjadi penolakan terhadap wacana tersebut,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









