Golkar Dukung Penuh Program MBG Prabowo di Tengah Polemik Pendanaan

AKURAT.CO Di tengah polemik terkait pendanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Partai Golkar menegaskan dukungan penuh terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Golkar menilai MBG sebagai langkah strategis untuk mencetak generasi sehat dan berkualitas.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Golkar, Yahya Zaini, menegaskan , secara kelembagaan partainya tidak terlibat dalam pengelolaan program MBG. Namun, secara politik, Golkar berkomitmen mendukung keberhasilan program tersebut.
“Secara kelembagaan Partai Golkar tidak terlibat dalam pengelolaan MBG. Tetapi Golkar sangat mendukung kesuksesan Program MBG karena tujuannya sangat mulia,” kata Yahya saat dihubungi Akurat.co, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Yahya, pengelolaan MBG merupakan kerja sama antara badan hukum berbentuk yayasan dengan Badan Gizi Nasional (BGN), sehingga tidak berada dalam ranah partai politik.
Skema kemitraan itu dinilai efektif dalam mempercepat implementasi program di lapangan.
Baca Juga: Ahmad Ali Ungkap Peran Jokowi dalam Keputusannya Masuk PSI
Ia menyebut, dalam kurun waktu satu tahun telah berdiri lebih dari 22 ribu dapur SPPG dengan jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 60 juta orang.
“Kalau MBG dikerjakan sendiri oleh BGN, tidak mungkin bisa mencapai capaian sebanyak itu,” ujarnya.
Yahya juga menyinggung praktik program makan bergizi di sejumlah negara yang telah berjalan puluhan hingga ratusan tahun, seperti Jepang, Brasil, Korea Selatan, dan India.
Menurutnya, keberhasilan negara-negara tersebut menjadi referensi bahwa program serupa dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.
Sebagai partai pendukung Presiden Prabowo, Golkar, lanjut Yahya, akan terus mengawal pelaksanaan MBG agar berjalan optimal dan tepat sasaran.
Golkar menilai MBG bukan sekadar program sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan kompetitif di masa depan.
“Kalau dalam pelaksanaannya masih ada kekurangan dan kelemahan, itu merupakan tantangan yang harus diperbaiki dan dibenahi secara terus-menerus,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








