Prabowo Siap Jadi Mediator AS–Iran, Pengamat: Sinyal Indonesia Naik Kelas di Panggung Dunia

AKURAT.CO Keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil peran sebagai penengah konflik antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk dalam dinamika ketegangan yang melibatkan Israel, dinilai sebagai langkah ambisius yang mencerminkan kepercayaan diri Indonesia di panggung global.
Analis politik dan militer Universitas Nasional (UNAS), Selamat Ginting, menilai inisiatif tersebut bukan sekadar retorika.
Ia merujuk pada pernyataan Menteri Luar Negeri Sugiono yang menyebut Indonesia telah menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait mengenai kemungkinan fasilitasi perundingan damai.
“Ini menunjukkan bahwa langkah tersebut adalah sinyal diplomatik yang terukur, bukan sekadar wacana,” ujar Ginting saat dihubungi, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, inisiatif tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang telah menjadi fondasi diplomasi Indonesia sejak awal kemerdekaan.
Dalam situasi konflik Washington–Teheran yang terus bereskalasi, tawaran mediasi dari Jakarta dinilai sebagai upaya konkret untuk menghidupkan kembali peran Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia.
Ginting menilai langkah tersebut juga memperlihatkan ambisi Indonesia untuk “naik kelas” dalam percaturan global.
Selama ini, mediasi konflik berskala besar lebih sering dimotori negara-negara dengan kekuatan ekonomi dan militer dominan.
Jika Indonesia mampu memosisikan diri sebagai jembatan dialog, reputasi diplomatiknya berpotensi meningkat signifikan.
“Terlepas dari diterima atau tidaknya tawaran tersebut, Indonesia sudah tampil sebagai negara yang konsisten mendorong de-eskalasi konflik,” katanya.
Baca Juga: Wapres Gibran: AI Harus Dikenalkan Sejak Dini ke Pelajar
Di dalam negeri, manuver ini dinilai memperkuat citra Prabowo sebagai pemimpin yang percaya diri di panggung internasional pada awal masa pemerintahannya.
Positioning diplomatik semacam ini, lanjut Ginting, penting untuk membentuk persepsi publik tentang arah politik luar negeri Indonesia ke depan.
Ia juga menilai komunikasi yang dibangun Menlu Sugiono menunjukkan pendekatan hati-hati. Indonesia tidak memaksakan diri, melainkan menawarkan peran dan menunggu respons dari pihak-pihak terkait.
“Dalam politik global, terkadang yang paling penting bukan apakah kita langsung berhasil mendamaikan, melainkan apakah kita konsisten berdiri di pihak perdamaian,” ujarnya.
Menurutnya, keberanian diplomatik tersebut merupakan investasi reputasi jangka panjang yang dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan penyeimbang di tengah polarisasi global.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Presiden Prabowo siap menjadi mediator apabila Iran dan Amerika Serikat membuka ruang untuk mediasi.
“Jika kedua belah pihak berkeinginan, Pak Presiden bersedia untuk menjadi mediator. Tetapi kalau misalnya tidak ada ruang negosiasi lanjutan, ya kita kembalikan kepada mereka,” ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Sugiono menegaskan, kesiapan Indonesia bergantung pada kehendak kedua belah pihak dan tidak akan dilakukan secara sepihak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









