Akurat
Pemprov Sumsel

Kepercayaan Diri Prabowo Tinggi, Dorong Kekompakan Antarnegara di Tengah Dinamika Global

Moehamad Dheny Permana | 13 April 2026, 11:15 WIB
Kepercayaan Diri Prabowo Tinggi, Dorong Kekompakan Antarnegara di Tengah Dinamika Global
Presiden Prabowo Subianto

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah, menilai bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi dalam menghadapi situasi global yang penuh ketegangan dan ketidakpastian.

Dia menilai bahwa kepercayaan diri tersebut sebagai hal yang positif, karena mampu menciptakan peluang besar untuk melakukan perubahan yang fundamental.

"Pak Prabowo ini adalah orang yang punya latar unik dalam sejarah Indonesia, salah satunya adalah confidence-nya yang berlebihan di saat bangsa ini mengalami defisit kepercayaan diri," kata Fahri Hamzah dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).

Baca Juga: Prabowo Didampingi Bahlil Temui Vladimir Putin, Amankan Ketahanan Energi Nasional

Menurut dia, deposit kepercayaan diri bangsa Indonesia saat ini sangat lemah, akibat terlalu lama dininabobokan sebagai bangsa lemah, dianggap bukan bangsa petarung dan tidak punya keinginan untuk maju.

"Ini akibat narasi yang kita kembangkan sendiri, kita dijajah 350 tahun. Narasi ini telah melemahkan kita sebagai bangsa, bahwa Indonesia bukan penguasa dunia, tetapi bangsa yang dijajah," katanya.

Padahal Indonesia adalah termasuk salah satu negara asal muasal dari peradaban tua dunia seperti halnya Persia (Iran), Turki, dan lain-lain yang menjadi penguasa dunia selama ribuan tahun.

"Makanya sekarang ada upaya untuk menulis kembali sejarah Indonesia yang dilakulan oleh Pak Fadli Zon (Menteri Kebudayaan). Indonesia rupaya termasuk salah satu negara asal muasal dari peradaban tua, yang dibuktikan oleh artefak-artefek sejarah yang ditemukan. Kita ini adalah peradaban tua," ujarnya.

Dia berharap, seluruh elite nasional dan pemimpin untuk introspeksi dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi seperti halnya Presiden Prabowo.

"Presiden mengatakan ini waktu kita, ini kesempatan kita. Di mana ada krisis, di situ ada peluang. Beliau mengingatkan, kalau di Selat Hormuz, Iran hanya mengendalikan 30 persen dari sumber minyak dan perdagangan dunia. Tetapi Indonesia dengan Selat-selatnya, mengendalikan 70 persen dari produk-produk dunia," ungkap dia.

Baca Juga: Petani Bantah Keraguan Feri Amsari soal Swasembada Pangan Era Prabowo Subianto

Artinya, posisi strategis Indonesia jauh lebih besar dan jauh lebih kuat di masa yang akan datang, dibandingkan dengan negara lain, serta memiliki banyak peluang untuk dikembangkan.

Sehingga para elite nasional diharapkan tidak secara terus menerus mengembangkan narasi perpecahan dan polarisasi di masyarakat, yang bisa menjurus pada perpecahan bangsa.

"Saya sangat terharu dengan rakyat Iran yang mendukung para pemimpinnya. Para pemimpinnya juga mampu menggerakkan masyarakat ke depan meski di embargo puluhan tahun. Ketika satu pemimpinnya pergi sudah ada yang langsung menggantikan. Dan di tingkat bawah, rakyatnya itu turun ke jalan, memberikan dukungan sampai hari ini. Ini mengharukan," katanya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.