Dapat Nomor Urut 2, Jona Jadi Simbol Persatuan Hipmi

AKURAT.CO Ade Jona Prasetyo mendapat nomor urut 2 dalam kontestasi Calon Ketua Umum (Caketum) BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Secara makna, angka 2 kerap melambangkan kerja sama, kemitraan, dan kemampuan diplomatik.
Tak ayal, Jona dinilai sebagai simbol persatuan di tubuh Hipmi.
Tahapan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia telah memasuki pengambilan nomor urut yang diselenggarakan di Djakarta Theater, Jumat (24/4/2026).
Selain tim suksesnya, Jona juga didampingi sejumlah Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi dari Sumatera hingga Papua.
Angka 2 tidak hanya menjadi identitas dalam kontestasi ini, tetapi juga dimaknai sebagai simbol diplomasi dan kolaborasi.
Nomor tersebut kerap diartikan sebagai jalan tengah yang mampu merangkul berbagai kelompok.
Ingar-bingar ratusan pendukung Jona di Djakarta Theater menciptakan atmosfer hangat dan penuh solidaritas.
Teriakan dan yel-yel dukungan terus menggema, mencerminkan dukungan yang terhimpun secara organik dan solid dari berbagai daerah.
Usai pengundian nomor urut, Jona menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun Hipmi ke depan.
“Nomor 2 ini bukan sekadar angka, tetapi simbol bahwa kita berjalan beriringan. Mari bersatu dengan energi baru untuk Hipmi. Kita maju bersama,” ujarnya.
Baca Juga: Apple Tunjuk John Ternus Jadi CEO Baru, Gantikan Tim Cook Setelah 15 Tahun
Menurut Jona, kontestasi ini bukan sekadar kompetisi pribadi, melainkan momentum untuk memperkuat fondasi organisasi secara nasional.
Ia menegaskan bahwa setiap BPD, dari Sabang sampai Merauke, memiliki peran penting.
“Hipmi adalah rumah besar kita semua. Saya ingin memastikan semua daerah merasa memiliki, didengar, dan menjadi bagian dari perjalanan besar ini,” tuturnya.
Pendekatan kepemimpinan yang inklusif dan berbasis daerah ini menjadi salah satu kekuatan utama Jona.
Ia tidak hanya mengedepankan visi nasional, tetapi juga membangun kedekatan dengan akar organisasi di daerah.
Sejumlah pengurus BPD yang hadir menilai sosok Ade Jona mampu menjadi jembatan antara pusat dan daerah, serta menghadirkan kepemimpinan yang kolaboratif, bukan eksklusif.
Momentum pengundian nomor urut ini sekaligus memperkuat posisi Jona sebagai salah satu kandidat dengan dukungan luas.
Kombinasi antara energi pendukung, pendekatan komunikasi yang merangkul, serta simbolisme nomor urut 2 semakin menegaskan posisinya sebagai figur pemersatu di tubuh Hipmi.
Di kesempatan yang sama, Ketua Tim Pemenangan Jona, Sona Maesana, menilai Caketum nomor urut 2 memiliki integritas tinggi.
Baca Juga: Bahlil Soal Usulan Ketum Parpol Maksimal 2 Periode: Di Golkar Setiap Munas Malah Ada Ketum Baru
Menurutnya, integritas menjadi dasar dalam membangun organisasi yang kredibel dan profesional.
Sona menambahkan, Hipmi harus mampu menjawab kebutuhan anggotanya.
“Setiap program harus melahirkan solusi konkret bagi akses usaha, permodalan, jejaring, dan pertumbuhan bisnis,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








