PSI Terima Mundurnya Ade Armando, Ahmad Ali: Serangan Sudah Masif dan Berpotensi Meluas ke Jokowi

AKURAT.CO Partai Solidaritas Indonesia (PSI) resmi menerima pengunduran diri Ade Armando sebagai kader.
Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan dinamika tekanan publik yang dinilai semakin meluas dan berpotensi berdampak pada partai.
Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, menyatakan serangan terhadap Ade Armando saat ini tidak lagi bersifat personal, melainkan telah berkembang secara masif dan berulang.
Menurutnya, analisis internal partai melihat adanya kemungkinan eskalasi isu yang tidak hanya menyasar individu, tetapi juga berpotensi menyeret partai hingga tokoh lain, termasuk Joko Widodo (Jokowi).
“Kami melihat ada potensi serangan ini tidak berhenti pada Bang Ade, tetapi bisa meluas ke partai bahkan tokoh lain,” ujar Ahmad Ali di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, dalam sejumlah kasus sebelumnya, pernyataan Ade Armando kerap berdampak pada PSI meski tidak berkaitan langsung.
Salah satunya terjadi di Yogyakarta, ketika respons publik justru ditujukan kepada struktur partai di daerah.
“Ini menjadi bahan evaluasi kami. Ada risiko yang lebih luas jika situasi seperti ini terus berlanjut,” katanya.
Baca Juga: PSI Ikuti Pembahasan RUU Pemilu, Soroti Risiko Hilangnya Suara Rakyat Akibat Threshold
Ahmad Ali menambahkan, keputusan menerima pengunduran diri juga merupakan bagian dari langkah mitigasi untuk mencegah dampak yang lebih besar terhadap partai.
Ia menyebut Ade Armando sendiri telah mengajak berdiskusi terkait kemungkinan konsekuensi tersebut.
Di sisi lain, PSI juga mempertimbangkan karakter Ade Armando yang dikenal vokal dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.
“Yang menjadi tantangan adalah membatasi beliau untuk tidak berbicara, dan itu bukan hal mudah,” ujarnya.
Dengan keputusan ini, PSI menegaskan seluruh aktivitas dan pernyataan Ade Armando ke depan tidak lagi memiliki keterkaitan dengan partai.
“Mulai hari ini, setiap pernyataan Bang Ade adalah tanggung jawab pribadi dan tidak berhubungan dengan PSI,” tegas Ahmad Ali.
Sementara itu, Ade Armando mengakui bahwa tekanan yang dihadapinya saat ini jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Ia menyebut adanya pelaporan secara masif dari berbagai kelompok.
“Untuk pertama kalinya saya dilaporkan secara besar-besaran. Ada puluhan organisasi yang melaporkan saya,” kata Ade.
Ia juga menilai serangan tersebut tidak hanya menyasar dirinya, tetapi turut menyeret nama PSI secara berulang, sehingga memperbesar dampak polemik yang terjadi.
“Situasinya seperti bola salju, makin lama makin besar dan melibatkan banyak pihak,” ujarnya.
Ade menduga terdapat upaya terorganisir yang tidak hanya menargetkan dirinya, tetapi juga berpotensi melemahkan partai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9PPh Final Royalti 1,5 Persen bagi Penulis Diberlakukan, Perkuat Ekosistem Literasi Nasional
- 10Kasus Penipuan Kripto Jalan di Tempat, Polda Metro Jaya Diminta Segera Beri Kepastian Hukum










