Akurat Logo

Tantangan Besar Jokowi Menggendong PSI Menuju Senayan

Siti Nur Azzura | 25 Mei 2026, 10:10 WIB
Tantangan Besar Jokowi Menggendong PSI Menuju Senayan
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

AKURAT.CO Wacana Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), untuk berkeliling Indonesia dinilai menjadi bagian dari upayanya untuk mengantarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendapatkan kursi di DPR pada Pemilu 2029.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai PSI merupakan partai yang memang disiapkan oleh Jokowi untuk kendaraan politik keluarganya. Sehingga wajar jika Jokowi akan bekerja keras dan mati-matian untuk mengantarkan PSI masuk ke Senayan.

"Jokowi berkepentingan agar dinasti politiknya punya kekuatan partai untuk mewadahi kekuatan, mem-back up dan menjadi kendaraan politik keluarganya. Maka hari ini Jokowi akan berkeliling Indonesia untuk PSI, adalah konsekuensi logis yang harus dilakukan Jokowi," kata Iwan, Senin (25/5/2026).

Baca Juga: Jokowi Returns Bukan untuk Merebut Kekuasaan

Menurutnya, makna politik Jokowi keliling Indonesia ini untuk mensosialisasikan dan meruntuhkan persepsi masyarakat sampai ke akar rumput, bahwa Jokowi bukan kader PDIP lagi dan menegaskan bahwa dirinya sekarang satu kesatuan dengan PSI.

"Harus kita akui, secara politik, Jokowi masih memiliki pengaruh dan approval rating yang cukup tinggi sebagai mantan presiden dua periode. Sisa-sisa kekuatan Jokowi di Kabinet Prabowo-Gibran pun menurut saya masih besar," imbuhnya.

Dengan upaya dan kerja keras yang akan dilakukan oleh Jokowi, PSI berpeluang besar bisa masuk ke senayan dan menjadi partai yang diperhitungkan di Pemilu 2029 mendatang.

Namun, tantangan terbesar bagi Jokowi adalah mematahkan persepsi yang menyatakan bahwa 'saat Jokowi berkuasa 10 tahun saja PSI tidak lolos ke Senayan, apakah dengan posisinya sebagai mantan Presiden saat ini bisa membawa PSI lolos?'.

"Tantangan berikutnya adalah bahwa kita harus jujur anak dan menantunya menjadi Wapres, Gubernur dan Ketum Partai karena digendong oleh Jokowi, mereka belum matang secara politik. Mampukah Jokowi menggendong mereka secara terus menerus?" katanya.

Selain itu, mampukah PSI bersaing dengan partai-partai besar yang secara struktur dan kultur sudah mengakar sampai ke akar rumput. Partai-partai besar seperti Gerindra, Golkar, PDIP, Demokrat, PKB, hingga PAN sudah memiliki basis pemilih masing-masing.

Baca Juga: Isu Ijazah Tak Akan Goyang Antusiasme Publik Sambut Jokowi Returns

"Apalagi dengan memilih strategi memasang perlawanan terhadap partai besar, seperti menjadikan kandang banteng sebagai kandang gajah, ini hanya membuat konsolidasi dan militansi partai seperti PDIP semakin kuat," ujar Iwan.

Menurutnya, PSI tidak bisa hanya bergantung pada kekuatan dan pengaruh Jokowi untuk bisa lolos ke Senayan dan menjadi partai yang diperhitungkan di Pemilu 2029, apalagi melanggengkan permusuhan dengan PDIP, Nasdem dan Partai lainnya.

PSI harus menegaskan jati dirinya sebagai partai yang punya ideologi, strategi, dan segmentasi sendiri, agar laku di pasar politik, dan bisa mengambil hati masyarakat Indonesia.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.