PDIP Sentil Gaya Komunikasi Pemerintah di Tengah Gejolak Ekonomi: Rakyat Butuh Kepastian dan Empati

AKURAT.CO Komunikasi publik pemerintah menjadi sorotan di tengah gejolak ekonomi nasional.
Pasalnya, saat nilai tukar rupiah terus melemah hingga menembus Rp17.900 per dolar AS, sejumlah pernyataan pejabat dinilai tidak sejalan dengan keresahan yang dirasakan masyarakat.
PDIP menilai situasi ekonomi yang semakin berat seharusnya direspons dengan komunikasi yang lebih sensitif dan menenangkan.
Sebaliknya, sejumlah pernyataan yang muncul dari lingkaran kekuasaan justru dinilai berpotensi memperbesar kegelisahan masyarakat.
Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, mengatakan, pemerintah perlu menyadari bahwa tekanan ekonomi saat ini tidak hanya berdampak pada daya beli masyarakat, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis publik.
“Situasi sekarang membutuhkan komunikasi yang mampu menenangkan masyarakat, bukan justru memancing reaksi negatif. Yang dibutuhkan rakyat adalah kepastian dan empati,” kata Andreas di sela kegiatan pembekalan anggota Fraksi PDI-P DPRD se-Indonesia di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Andreas, kemarahan publik yang mulai bermunculan harus dibaca sebagai sinyal bahwa masyarakat sedang menghadapi tekanan serius.
Karena itu, pemerintah dituntut tidak hanya mampu mengelola ekonomi, tetapi juga mengelola persepsi dan emosi publik.
Sorotan khusus diarahkan pada pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyebut masyarakat desa tidak terlalu terdampak oleh kenaikan dolar AS.
Andreas menilai pernyataan tersebut terlalu sederhana untuk menggambarkan realitas yang sedang dihadapi masyarakat.
Baca Juga: Jelang Bulan Bung Karno, PDIP Panaskan Mesin Partai Lewat Bimtek Nasional
“Ucapan seperti itu mudah memancing respons publik karena masyarakat merasakan sendiri dampaknya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan efektivitas tim komunikasi pemerintah dalam menjelaskan berbagai persoalan yang tengah dihadapi negara.
Menurutnya, publik membutuhkan penjelasan yang utuh dan terukur, terutama ketika kondisi ekonomi sedang bergejolak.
Ia menekankan bahwa tim komunikasi pemerintah memegang peran krusial dalam mencegah munculnya spekulasi negatif di tengah masyarakat terkait aktivitas presiden di luar negeri.
"Sederhana saja, apa yang menjadi program pemerintah, apa yang harus dilakukan. Misalnya kayak presiden pergi, ini harus disampaikan ke publik," jelasnya.
PDIP berharap pemerintah segera melakukan evaluasi, baik dalam mengelola kebijakan maupun menyampaikan pesan kepada publik.
Di tengah tekanan ekonomi yang semakin terasa, komunikasi yang tepat dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








