Akurat Logo

PDIP Sentil Gaya Komunikasi Pemerintah di Tengah Gejolak Ekonomi: Rakyat Butuh Kepastian dan Empati

Moehamad Dheny Permana | 30 Mei 2026, 20:43 WIB
PDIP Sentil Gaya Komunikasi Pemerintah di Tengah Gejolak Ekonomi: Rakyat Butuh Kepastian dan Empati
Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira.

AKURAT.CO Komunikasi publik pemerintah menjadi sorotan di tengah gejolak ekonomi nasional.

Pasalnya, saat nilai tukar rupiah terus melemah hingga menembus Rp17.900 per dolar AS, sejumlah pernyataan pejabat dinilai tidak sejalan dengan keresahan yang dirasakan masyarakat.

PDIP menilai situasi ekonomi yang semakin berat seharusnya direspons dengan komunikasi yang lebih sensitif dan menenangkan.

Sebaliknya, sejumlah pernyataan yang muncul dari lingkaran kekuasaan justru dinilai berpotensi memperbesar kegelisahan masyarakat.

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, mengatakan, pemerintah perlu menyadari bahwa tekanan ekonomi saat ini tidak hanya berdampak pada daya beli masyarakat, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis publik.

“Situasi sekarang membutuhkan komunikasi yang mampu menenangkan masyarakat, bukan justru memancing reaksi negatif. Yang dibutuhkan rakyat adalah kepastian dan empati,” kata Andreas di sela kegiatan pembekalan anggota Fraksi PDI-P DPRD se-Indonesia di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Andreas, kemarahan publik yang mulai bermunculan harus dibaca sebagai sinyal bahwa masyarakat sedang menghadapi tekanan serius.

Karena itu, pemerintah dituntut tidak hanya mampu mengelola ekonomi, tetapi juga mengelola persepsi dan emosi publik.

Sorotan khusus diarahkan pada pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyebut masyarakat desa tidak terlalu terdampak oleh kenaikan dolar AS.

Andreas menilai pernyataan tersebut terlalu sederhana untuk menggambarkan realitas yang sedang dihadapi masyarakat.

Baca Juga: Jelang Bulan Bung Karno, PDIP Panaskan Mesin Partai Lewat Bimtek Nasional

“Ucapan seperti itu mudah memancing respons publik karena masyarakat merasakan sendiri dampaknya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan efektivitas tim komunikasi pemerintah dalam menjelaskan berbagai persoalan yang tengah dihadapi negara.

Menurutnya, publik membutuhkan penjelasan yang utuh dan terukur, terutama ketika kondisi ekonomi sedang bergejolak.

Ia menekankan bahwa tim komunikasi pemerintah memegang peran krusial dalam mencegah munculnya spekulasi negatif di tengah masyarakat terkait aktivitas presiden di luar negeri.

"Sederhana saja, apa yang menjadi program pemerintah, apa yang harus dilakukan. Misalnya kayak presiden pergi, ini harus disampaikan ke publik," jelasnya.

PDIP berharap pemerintah segera melakukan evaluasi, baik dalam mengelola kebijakan maupun menyampaikan pesan kepada publik.

Di tengah tekanan ekonomi yang semakin terasa, komunikasi yang tepat dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.