Seluruh Kebijakan Pemerintah Diarahkan untuk Memperkuat Kemandirian Indonesia

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto memandang kekuasaan bukan sebagai tujuan, melainkan sebagai instrumen pengabdian untuk menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Demikian dikatakan Ketua Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Kristiani Indonesia Raya (LBH GEKIRA), Santrawan T. Paparang. Menurut Santrawan, arah kepemimpinan Prabowo berakar pada amanat konstitusi dan cita-cita para pendiri bangsa, yakni mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, seluruh kebijakan pemerintah diarahkan untuk memperkuat kemandirian bangsa sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Bagi beliau, kekuasaan bukanlah privilese, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," ujar Santrawan di tengah agenda Rakernas GEKIRA, Jakarta, Sabtu (13/6/2026).
Baca Juga: Prabowo Ungkap Strategi Besar RI: Swasembada Energi, Hilirisasi, dan Industri Nasional
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan berbagai tantangan geopolitik dunia, Presiden Prabowo memilih memperkuat fondasi ekonomi nasional, menjaga kedaulatan pangan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi menjangkau seluruh pelosok Tanah Air.
Santrawan menegaskan, kepemimpinan Prabowo mengedepankan prinsip keberpihakan kepada rakyat kecil. Negara tidak tunduk pada kepentingan segelintir elite maupun tekanan kepentingan asing yang berpotensi mengorbankan kepentingan nasional.
Baca Juga: Prabowo: Indonesia Akan Tetap Menjadi Negara Demokrasi, Saya Menyambut Kritik
Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengawal dan mendukung agenda besar pemerintahan Prabowo demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa.
"Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto adalah kepemimpinan yang berangkat dari semangat pengabdian. Beliau ingin meninggalkan warisan berupa Indonesia yang kuat, mandiri, dan rakyatnya hidup lebih sejahtera. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah pemerintahan bukanlah seberapa besar kekuasaannya, tetapi seberapa besar manfaat yang dirasakan rakyat," ujar Santrawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







