Akurat Logo

Megawati Prihatin Masih Marak Kasus Bullying: Di Mana Perikemanusiaan Kalian?

Putri Dinda Permata Sari | 15 Juni 2026, 20:26 WIB
Megawati Prihatin Masih Marak Kasus Bullying: Di Mana Perikemanusiaan Kalian?
Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, saat meresmikan renovasi Istana Gebang, Blitar, Jawa Timur, Senin (15/6/2026). (Dok. PDIP)

AKURAT.CO Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, mengaku prihatin melihat semakin banyak tindakan perundungan yang terjadi di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan.

"Saat ini, saya melihat begitu banyak perundungan. Orang disia-siakan dan dihina. Pertanyaan saya: di mana rasa perikemanusiaan kalian? Apakah Pancasila hanya di atas kertas, atau benar-benar ada di dalam hati sanubari kalian?" kata Megawati, saat meresmikan renovasi Istana Gebang, Blitar, Jawa Timur, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, praktik perundungan kerap berawal dari sikap diskriminatif yang membedakan seseorang berdasarkan latar belakang ekonomi maupun status sosial.

Baca Juga: Harga Cabai Tembus Rp180 Ribu, Megawati Ajak Masyarakat Tanam Sendiri di Rumah

Seperti masih adanya anak-anak yang dijauhi hanya karena berasal dari keluarga kurang mampu. Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan lunturnya nilai kemanusiaan yang menjadi salah satu prinsip dasar Pancasila.

"Mengapa itu terjadi? Karena ada sikap-sikap yang membeda-bedakan, seperti 'jangan temani dia, dia anak miskin'. Bahkan ibu-ibu sekarang mulai cenderung mengambil sikap seperti itu," ujarnya.

Megawati menegaskan bahwa Salam Pancasila yang selama ini dia gaungkan bukan sekadar slogan, melainkan pengingat agar masyarakat menjalankan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab dalam kehidupan sehari-hari.

Selain menyoroti persoalan sosial, Megawati juga mengingatkan pentingnya kemandirian pangan. Dia kembali menyinggung instruksi partai yang telah dikeluarkannya sejak 2021,agar kader PDIP menanam 10 jenis tanaman pangan pendamping beras sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman krisis pangan.

"Sejak 2021 sebagai Ketua Umum, saya sudah memberikan instruksi ke seluruh daerah untuk menanam 10 tanaman pangan sebagai pendamping beras. Siapa yang sudah mengerjakan? Angkat tangan," tegasnya.

Dia kemudian menjelaskan konsep Marhaenisme yang diwariskan Bung Karno. Menurutnya, keberpihakan kepada petani harus menjadi perhatian utama karena petani merupakan fondasi ketahanan pangan nasional.

Baca Juga: Megawati Resmikan Rumah Masa Kecil Bung Karno di Blitar, Ajak Generasi Muda Tak Takut Merdeka

Dia mengisahkan sosok Marhaen yang menjadi inspirasi Bung Karno sebagai petani kecil yang memiliki alat produksi sendiri, namun hidup dalam keterbatasan ekonomi.

"Petani tidak pernah di-PHK. Maka kalau kamu mau menghidupi rakyatmu, kamu harus membesarkan kehidupan petani," ujarnya.

Megawati juga mengingatkan pesan Bung Karno mengenai pentingnya menjamin kebutuhan pangan rakyat. Menurutnya, kesulitan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan makanan dapat memicu persoalan sosial yang lebih besar.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.