Ada Peran Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux dan Indonesia Gelap

AKURAT.CO Pemrakarsa 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti, menduga ada kaum oligarki serakahnomic yang terobsesi untuk mengulangi mega-perampokan, dengan menunggangi krisis moneter dan gerakan mahasiswa tahun 1998.
Krisis moneter tahun 1997 dan 1998 dengan koordinator lapangan George Soros dan pelaksana lapangannya perusahaan hedge fund atau fund manager yang berpusat di Singapura, berhasil menggelar karpet merah mega perampokan terhadap keuangan dan kekayaan Indonesia.
"Narasi atau tagar '1998 redux', mengulangi 1998, tidak lahir secara buttom up dari gerakan sosial dan gerakan mahasiswa. Jika kita perhatikan di analitik, narasi 1998 redux diorkestrasi secara top down oleh oligarki serakahnomic melalui akun proxy media sosial," kata Haris, Selasa (23/6/2026).
Baca Juga: Wapres Gibran Ajak Alumni Mahasiswa Bergandengan Tangan Bangun Bangsa
Dia mengingatkan kembali skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI), sebagai mega-korupsi terbesar dalam sejarah Indonesia. Mega perampokan BLBI dan KLBI terjadi dengan menunggangi krisis moneter dan gerakan mahasiswa 1998.
"Kerugian negara akibat perampokan tersebut mencapai ratusan triliun rupiah akibat penyalahgunaan dana talangan darurat dari Bank Indonesia. Negara tetangga kita, Singapura, kelimpahan duit segar BLBI yang diparkir para perampok di sana," ujarnya.
Dengan demikian, motivasi di balik narasi 1998 redux dan sale Indonesia bukan untuk melakukan perubahan yang berpihak pada kepentingan negara dan rakyat.
Kaum oligarki serakahnomic itu justru terobsesi menciptakan kembali situasi destabilisasi dan krisis multidimensi seperti tahun 1998, untuk melakukan perampokan terhadap kekayaan Indonesia.
Eksponen gerakan mahasiswa tahun 1998 di UGM Yogyakarta itu menilai, Indonesia di tahun 1998 hingga era reformasi menurut analisa intelijen asing diibaratkan sebagai tanah kosong di antara China dan Australia. Indonesia era reformasi persis negeri tanpa sistem dan tanpa tuan.
"Ketika situasi ekonomi dan politik kacau, hukum dan konstitusi tidak tegak, maka situasi tersebut ibarat ruang atau tanah kosong tanpa tuan yang memberi keleluasaan mereka melakukan perampok sesuka hati mereka," tegas Haris.
Baca Juga: DPR Kawal Janji Pemerintah ke Mahasiswa, Awasi Pengendalian Harga BBM hingga Program MBG
Oleh karena itu, dia yakin tidak mungkin gerakan sosial dan gerakan mahasiswa yang murni mengangkat narasi Indonesia gelap, Indonesia bangkrut, Sale Indonesia, Kabur dari Indonesia, buang rupiah, 1998 redux serta Indonesia hancur total.
Menurutnya, narasi atau tagar yang melecehkan negara Indonesia seperti itu bukan lahir dari perasaan terdalam dari gerakan mahasiswa dan rakyat Indonesia. Namun, muncul dari situasi terancam yang sedang dihadapi kaum oligarki serakahnomic nasional dan multi nasional.
"Kenapa saya mengatakan demikian, karena sebetulnya yang terancam nasibnya gelap gulita dan bangkrut, bukan negara Indonesia, tapi kaum oligarki serakahnomic. Peluang mereka terkunci melalui menumpuk kekayaan yang bersumber dari perampokan terhadap keuangan negara dan SDA Indonesia," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







