Akurat Logo

Said Abdullah Soal Klaim Jateng Jadi 'Kandang Gajah': Siapa yang Bikin Hoaks?

Putri Dinda Permata Sari | 6 Juli 2026, 15:24 WIB
Said Abdullah Soal Klaim Jateng Jadi 'Kandang Gajah': Siapa yang Bikin Hoaks?
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Said Abdullah. (Dok. PDIP Jatim)

AKURAT.CO Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Said Abdullah, menanggapi santai klaim bahwa Jawa Tengah akan menjadi kandang gajah, yang belakangan digaungkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Saat dimintai tanggapan mengenai pernyataan tersebut, Said justru mempertanyakan dasar munculnya klaim tersebut.

"Siapa yang bikin hoaks?" kata Said kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Baca Juga: Ambisi Jateng Jadi Kandang Gajah, PSI Siapkan 35 Kabupaten/Kota untuk Safari Politik Jokowi

Meski demikian, Said tidak menjawab lebih jauh mengenai hal tersebut. Begitu pula tanggapan tentang safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Pernyataan itu merespons klaim Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo, yang menyebut Jawa Tengah ditargetkan menjadi 'Kandang Gajah'. Istilah tersebut disampaikan Yogo saat menjelaskan rencana safari politik Jokowi bersama PSI, di sejumlah daerah di Jawa Tengah pada pertengahan Juli.

Yogo sebelumnya mengatakan pihaknya telah mengusulkan agar Jokowi mengunjungi hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. "Kami mengajukannya hampir 35 kabupaten/kota. Tentu ini akan dipilih Bapak mana yang kira-kira akan didatangi," ujar Yogo.

Baca Juga: Prabowo-Jokowi Saling Hormat di HUT Bhayangkara, Patahkan Rumor Keretakan Hubungan

Dia juga menyatakan safari politik tersebut ditujukan untuk memastikan Jawa Tengah benar-benar menjadi kandang gajah,  merujuk pada identitas PSI.

Ada pun, Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai salah satu basis utama PDIP atau kerap dijuluki sebagai 'Kandang Banteng' karena dominasi elektoral partai berlambang kepala banteng tersebut dalam berbagai pemilu. 

Respons singkat Said menunjukkan PDIP tidak melihat serius klaim yang dilontarkan PSI terkait perubahan peta politik di provinsi tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.