Cak Imin: Prabowonomics Dimulai dari Revisi 108 Undang-Undang, Ada Omnibus Law hingga UU Minerba

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, kembali menegaskan makna dan arah Prabowonomics sebagai konsep ekonomi konstitusi yang harus diwujudkan melalui reformasi regulasi dan kebijakan anggaran yang berpihak kepada masyarakat.
Menurutnya, terdapat tiga agenda utama yang harus segera ditindaklanjuti untuk mewujudkan ekonomi konstitusi. Pertama, melakukan peninjauan dan revisi terhadap 108 undang-undang yang dinilai belum sejalan dengan semangat pembangunan berbasis ekonomi konstitusi.
"Prabowonomics atau ekonomi konstitusi itu ada tiga hal yang harus segera ditindaklanjuti. Yang pertama, mereview dan mengubah 108 undang-undang. Saya akan terus merayu semua pihak, mengajak semua partai, mari kita sukseskan ekonomi konstitusi atau Prabowonomics ini dengan mengubah 108 undang-undang," ujarnya di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (26/7/2026).
Baca Juga: PKB Sedang Bangun Political Ownership Prabowonomics untuk Hadapi Pilpres 2029
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat itu menyebut, sejumlah regulasi yang perlu ditinjau kembali antara lain Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law), Undang-Undang Mineral dan Batubara (Minerba), Undang-Undang Lingkungan Hidup, serta berbagai produk hukum lain yang dinilai bertentangan dengan semangat pembangunan berbasis ekonomi konstitusi.
Agenda kedua, memperkuat politik anggaran yang tepat sasaran sebagaimana telah mulai dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, APBN harus lebih diarahkan pada program-program yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Baca Juga: Kaos 'Prabowonomics' Bikin Prabowo Terharu, Cak Imin Dapat Julukan Baru
Dia mencontohkan pembangunan jembatan bagi anak-anak sekolah di daerah terpencil, agar tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan saat berangkat ke sekolah, percepatan rehabilitasi fasilitas pendidikan, hingga penguatan kewirausahaan masyarakat sebagai prioritas penggunaan anggaran negara.
"Pokoknya kebijakan APBN Pak Prabowo harus diperbesar untuk yang bisa dinikmati langsung oleh rakyat. Itulah yang disebut ekonomi konstitusi," tegasnya.
Melalui pembenahan regulasi dan penguatan belanja negara yang lebih berpihak kepada kepentingan rakyat, konsep Prabowonomics dapat menjadi landasan pembangunan nasional yang selaras dengan amanat konstitusi dan mampu menghadirkan keadilan ekonomi bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








