Rangkul AS dan China, Indonesia Perlu Terapkan ‘Active Neutrality’

AKURAT.CO Direktur Geopolitik Great Institute, Teguh Santosa, menilai, Indonesia perlu menerapkan strategi active neutrality atau netralitas aktif di tengah dinamika persaingan geopolitik global, khususnya antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
Pandangan tersebut disampaikan Teguh menyusul pelaksanaan Forum Strategis 2+2 RI-Tiongkok yang mempertemukan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin dengan Menlu China Wang Yi dan Menhan China Dong Jun.
Pertemuan tersebut berlangsung tak lama setelah Wakil Menteri Perang AS Elbridge Colby bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Jakarta pada 12 Agustus 2026.
Menurut Teguh, rangkaian pertemuan diplomatik tersebut menunjukkan keterlibatan aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai negara.
Teguh menilai narasi mengenai persaingan AS dan Tiongkok yang berpotensi berkembang menjadi perang terbuka terlalu dibesar-besarkan.
"Saya kira kisah tentang atau narasi tentang kompetisi antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang itu bisa mengarah menjadi perang terbuka itu menurut saya terlalu dibesar-besarkan," kata Teguh saat dihubungi Akurat.co, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, perkembangan dunia internasional saat ini memberikan ruang bagi negara-negara untuk mengambil pilihan diplomasi yang lebih fleksibel.
Karena itu, Indonesia tidak harus terjebak dalam pilihan untuk berpihak kepada salah satu kekuatan besar.
"Sekarang ada banyak pendekatan, ada banyak opsi pendekatan. Enggak kayak dulu, dunia sudah berubah, enggak kayak dulu," ujarnya.
Teguh mengatakan pendekatan pragmatic non-alignment dapat menjadi pilihan bagi negara untuk memperjuangkan kepentingan nasional tanpa harus masuk ke dalam blok kekuatan tertentu.
Baca Juga: RI Rangkul AS dan China, Strategi Diplomasi Ambil Manfaat Maksimal Tanpa Terjebak Aliansi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 20 Agustus 2026: Watak Weton Kamis Wage Punya Cita-Cita Tinggi
- 2Drone Buatan Inggris Dipakai Ukraina, Rusia Mengancam: Semakin Terlibat, Semakin Tinggi Harga yang Harus Dibayar!
- 3Link Cek Desil Kemensos Agustus 2026 dan Cara Mengeceknya
- 410 Merek Tertua di Indonesia yang Masih Bertahan, Ada yang Berusia 144 Tahun
- 5Kode Redeem FF Hari Ini, 20 Agustus 2026: Cek Daftar Kode dan Cara Klaim Hadiahnya!
- 6Danantara Ungkap Biang Kerok Motor Listrik Sulit Berkembang di Indonesia
- 7Beredar Ajakan Demo 27 Agustus, Bamus Betawi: Sama-sama Kita Jaga Jakarta
- 8Klaim Kubu Febrie Adriansyah Dipatahkan MAKI, Gugatan Praperadilan Ternyata Singgung Uang dan Emas 74 Kilogram
- 9Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Qoumas Rampas Hak Jemaah demi Fee Percepatan
- 10Klaim Kubu Febrie Adriansyah Dipatahkan MAKI, Gugatan Praperadilan Ternyata Singgung Uang dan Emas 74 Kilogram







