MPR Belum Bersikap soal Putusan MK Terkait Gibran, Bambang Pacul: Bola Belum Sampai ke Kami

AKURAT.CO Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) belum memberikan sikap resmi terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai gugatan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Wakil Ketua MPR, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul, mengatakan, persoalan tersebut belum masuk ke ranah MPR.
Karena itu, ia meminta semua pihak mengikuti proses yang berjalan tanpa berspekulasi mengenai kemungkinan langkah lembaga tersebut.
“Belum dong, belum masuk ke MPR. Santai saja dulu, ya. Ikuti saja proses, ya. Bola belum di MPR. Jadi no problem,” kata Pacul di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Menurut politikus senior PDIP tersebut, setiap kewenangan yang dijalankan DPR maupun MPR harus mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan.
Ia menyebut rapat menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan di kedua lembaga tersebut.
“Mekanisme harus diikuti. Kekuatan DPR, kekuatan MPR, itu ada di mekanisme rapat,” ujarnya.
Pacul juga menegaskan dirinya tidak ingin berspekulasi mengenai kemungkinan respons MPR setelah putusan MK.
Sebagai pimpinan MPR, ia mengatakan setiap sikap harus berlandaskan konstitusi dan peraturan perundang-undangan.
“Kalau Anda bertanya-tanya berspekulasi, saya tidak boleh berspekulasi. Gitu loh, karena kami pimpinan MPR. Pimpinan MPR itu pegangannya konstitusi, undang-undang. Kan enggak bisa, ya. Kemudian kita berspekulasi enggak boleh,” tuturnya.
Karena itu, Pacul memilih belum berkomentar lebih jauh mengenai kemungkinan tindak lanjut di MPR.
“Oleh karena itu, sebagai pimpinan MPR hari ini saya no comment dulu. Bola belum sampai ke kami,” pungkasnya.
Baca Juga: Jokowi Buka Suara soal Putusan MK dan Pendidikan Gibran, Singgung Sistem di Luar Negeri
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










