Rektor UGM Beberkan Fakta Soal Ijazah Jokowi, dari Sarjana Muda hingga Foto Berkacamata

AKURAT.CO Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Ova Emilia, menegaskan bahwa ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) adalah autentik dan sesuai data akademik resmi yang dimiliki kampus. Pernyataan ini disampaikan sebagai klarifikasi, atas polemik ijazah Jokowi yang terus berkembang di ruang publik.
"Isu ijazah Joko Widodo masih menjadi perdebatan di masyarakat. UGM telah dan selalu konsisten menyampaikan informasi sesuai dengan data akademik dan porsi kewenangannya," ujar Ova dalam keterangannya melalui akun YouTube @ugm.yogyakarta, dikutip Sabtu (29/11/2025).
Dia menjelaskan, UGM memiliki bukti bahwa Joko Widodo terdaftar sebagai mahasiswa sejak 28 Juli 1980. Pengumuman penerimaan mahasiswa baru atas nama Joko Widodo juga tercantum dalam Koran Kedaulatan Rakyat edisi 18 Juli 1980.
Baca Juga: Komisi X DPR Apresiasi Klarifikasi UGM Soal Ijazah Jokowi: Momentum Perkuat Kepercayaan Publik
Menurutnya, Jokowi menjalani seluruh prosedur registrasi sesuai ketentuan, termasuk pengisian formulir dan dokumen pernyataan sebagai mahasiswa baru. Data akademiknya tercatat dalam Buku Induk Angkatan 1980. Jokowi kemudian berkuliah di Fakultas Kehutanan dengan dosen pembimbing akademik Kas Mujo.
Ova juga menyampaikan, pada 1983 Jokowi menyelesaikan evaluasi program sarjana muda pada masa transisi ketika program tersebut disatukan menjadi program sarjana. Selanjutnya, Jokowi menyusun skripsi di bawah bimbingan Ahmad Sumitro,yang namanya memiliki dua ejaan sah yakni 'Suemitro' (O-E) dan 'Sumitro' (U).
"Joko Widodo lulus program sarjana pada tanggal 23 Oktober 1985 dengan indeks prestasi di atas 2,5 yang memang merupakan indeks prestasi minimal," jelasnya.
Rektor UGM turut menegaskan bahwa Jokowi telah menerima ijazah asli sesuai ketentuan, dan selanjutnya keputusan untuk menunjukkan atau tidak kepada publik merupakan tanggung jawab pribadi Jokowi.
Menanggapi isu foto ijazah yang menampilkan Jokowi berkacamata, Ova menyebut ketentuan saat itu hanya melarang penggunaan kacamata hitam. Arsip UGM juga menunjukkan beberapa ijazah dari periode tersebut yang menggunakan foto diri berkacamata.
"Pernyataan ini untuk menyampaikan kebenaran sebagai tanggung jawab UGM dan tidak untuk membela satu pihak pun secara tidak proporsional," tutupnya.
Baca Juga: Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi
Sebelumnya, Bareskrim Polri resmi mengakhiri penyelidikan atas laporan dugaan ijazah palsu Jokowi, setelah serangkaian pemeriksaan intensif terhadap puluhan dokumen dan saksi.
Penyelidikan ini merupakan respons atas laporan yang diajukan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), yang diketuai Eggi Sudjana.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, menjelaskan penyidik telah mengantongi bukti kuat dari berbagai institusi pendidikan, termasuk SMAN 6 Surakarta dan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), tempat Jokowi pernah menempuh pendidikan.
"Penyidik melakukan serangkaian penyelidikan terhadap barang dan mendapatkan dokumen," kata Brigjen Djuhandhani di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (22/5/2025).
Untuk memperkuat verifikasi, tim penyidik menyisir 13 lokasi strategis, mulai dari Rektorat UGM, Perpustakaan UGM, hingga Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah. Kunjungan ke tempat-tempat ini menghasilkan lebih dari 60 dokumen otentik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








