Akurat
Pemprov Sumsel

Rektor UGM Beberkan Fakta Soal Ijazah Jokowi, dari Sarjana Muda hingga Foto Berkacamata

Paskalis Rubedanto | 29 November 2025, 08:17 WIB
Rektor UGM Beberkan Fakta Soal Ijazah Jokowi, dari Sarjana Muda hingga Foto Berkacamata

AKURAT.CO Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Ova Emilia, menegaskan bahwa ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) adalah autentik dan sesuai data akademik resmi yang dimiliki kampus. Pernyataan ini disampaikan sebagai klarifikasi, atas polemik ijazah Jokowi yang terus berkembang di ruang publik.

"Isu ijazah Joko Widodo masih menjadi perdebatan di masyarakat. UGM telah dan selalu konsisten menyampaikan informasi sesuai dengan data akademik dan porsi kewenangannya," ujar Ova dalam keterangannya melalui akun YouTube @ugm.yogyakarta, dikutip Sabtu (29/11/2025).

Dia menjelaskan, UGM memiliki bukti bahwa Joko Widodo terdaftar sebagai mahasiswa sejak 28 Juli 1980. Pengumuman penerimaan mahasiswa baru atas nama Joko Widodo juga tercantum dalam Koran Kedaulatan Rakyat edisi 18 Juli 1980.

Baca Juga: Komisi X DPR Apresiasi Klarifikasi UGM Soal Ijazah Jokowi: Momentum Perkuat Kepercayaan Publik

Menurutnya, Jokowi menjalani seluruh prosedur registrasi sesuai ketentuan, termasuk pengisian formulir dan dokumen pernyataan sebagai mahasiswa baru. Data akademiknya tercatat dalam Buku Induk Angkatan 1980. Jokowi kemudian berkuliah di Fakultas Kehutanan dengan dosen pembimbing akademik Kas Mujo.

Ova juga menyampaikan, pada 1983 Jokowi menyelesaikan evaluasi program sarjana muda pada masa transisi ketika program tersebut disatukan menjadi program sarjana. Selanjutnya, Jokowi menyusun skripsi di bawah bimbingan Ahmad Sumitro,yang namanya memiliki dua ejaan sah yakni 'Suemitro' (O-E) dan 'Sumitro' (U).

"Joko Widodo lulus program sarjana pada tanggal 23 Oktober 1985 dengan indeks prestasi di atas 2,5 yang memang merupakan indeks prestasi minimal," jelasnya.

Rektor UGM turut menegaskan bahwa Jokowi telah menerima ijazah asli sesuai ketentuan, dan selanjutnya keputusan untuk menunjukkan atau tidak kepada publik merupakan tanggung jawab pribadi Jokowi.

Menanggapi isu foto ijazah yang menampilkan Jokowi berkacamata, Ova menyebut ketentuan saat itu hanya melarang penggunaan kacamata hitam. Arsip UGM juga menunjukkan beberapa ijazah dari periode tersebut yang menggunakan foto diri berkacamata.

"Pernyataan ini untuk menyampaikan kebenaran sebagai tanggung jawab UGM dan tidak untuk membela satu pihak pun secara tidak proporsional," tutupnya.

Baca Juga: Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi

Sebelumnya, Bareskrim Polri resmi mengakhiri penyelidikan atas laporan dugaan ijazah palsu Jokowi, setelah serangkaian pemeriksaan intensif terhadap puluhan dokumen dan saksi. 

Penyelidikan ini merupakan respons atas laporan yang diajukan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), yang diketuai Eggi Sudjana.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, menjelaskan penyidik telah mengantongi bukti kuat dari berbagai institusi pendidikan, termasuk SMAN 6 Surakarta dan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), tempat Jokowi pernah menempuh pendidikan.

"Penyidik melakukan serangkaian penyelidikan terhadap barang dan mendapatkan dokumen," kata Brigjen Djuhandhani di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (22/5/2025).

Untuk memperkuat verifikasi, tim penyidik menyisir 13 lokasi strategis, mulai dari Rektorat UGM, Perpustakaan UGM, hingga Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah. Kunjungan ke tempat-tempat ini menghasilkan lebih dari 60 dokumen otentik. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.