Akurat Logo

Golkar Ungkap 7 Tahapan Kepemimpinan Prabowo

Ayu Rachmaningtyas | 21 Oktober 2026, 07:00 WIB
Golkar Ungkap 7 Tahapan Kepemimpinan Prabowo
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham. - Akurat.co/Ayu Rachmaningtyas

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan, dukungan partainya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak hanya diwujudkan melalui sikap politik, tetapi juga melalui pelaksanaan kebijakan oleh kader Golkar yang menduduki jabatan di kabinet.

Idrus mencontohkan peran Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang dinilainya berada di garis depan dalam menjalankan kebijakan pemerintah, khususnya di sektor energi.

Menurut dia, Bahlil juga tidak menghindari kritik maupun protes masyarakat terhadap kebijakan yang dijalankan pemerintah.

"Selama ini kita tahu ya kalau ada rakyat marah-marah yang protes, Pak Bahlil menghadapi. Pak Bahlil tidak pernah menghindar dari situ," kata Idrus, Rabu (21/10/2026).

Menurut Idrus, keberanian menghadapi kritik merupakan bagian dari tanggung jawab dalam menjelaskan sekaligus melaksanakan kebijakan Presiden Prabowo.

Dalam evaluasinya terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo, Idrus juga memaparkan tujuh tahapan yang menurutnya menjadi landasan pemikiran Presiden dalam menjalankan pemerintahan.

Tahap pertama adalah membangun kesadaran berbangsa dengan menempatkan Indonesia sebagai rumah bersama yang harus dijaga seluruh elemen masyarakat.

Kedua, menjadikan Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa dalam mengelola keberagaman Indonesia.

Ketiga, menetapkan visi pembangunan berdasarkan tujuan negara sebagaimana tercantum dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Keempat, merumuskan kebijakan pokok untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.

Kelima, membentuk kabinet yang melibatkan berbagai unsur, baik dari partai politik maupun nonpartai.

Idrus menilai keputusan Prabowo membentuk kabinet dengan melibatkan banyak unsur memiliki konsekuensi terhadap jumlah anggota pemerintahan.

Namun, langkah tersebut dipandang sebagai upaya merangkul berbagai kelompok untuk bersama-sama membangun bangsa.

Keenam, menyatukan visi dan strategi kabinet melalui kegiatan retret. Menurut Idrus, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi para menteri untuk memahami prioritas dan arah kebijakan Presiden.

Ketujuh, melaksanakan program pemerintah melalui seluruh jajaran kabinet sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Baca Juga: Kasus Perundungan Makin Parah, Puan Dorong Evaluasi Kebijakan Perlindungan Anak

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.