Demokrat: Setiap Menteri Punya Gaya Komunikasi Masing-masing, Biar Rakyat yang Menilai

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal Partai Demokrat yang juga Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, menilai kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam satu tahun terakhir berjalan sesuai dengan arah kebijakan dan janji politik yang telah disampaikan kepada publik.
Menurutnya, seluruh menteri di Kabinet Merah Putih memiliki pendekatan dan strategi kerja masing-masing dalam menjalankan visi besar Presiden Prabowo. Termasuk Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang dinilainya lebih menitikberatkan kebijakan pada sektor mikro ekonomi.
"Ya saya kira semua menteri memiliki cara dan strateginya masing-masing. Contoh misalkan, mungkin Menteri Keuangan yang lama lebih banyak di ranah makro, sementara sekarang Pak Purbaya lebih kepada mikro," ujar Herman Khaeron saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Sabtu (1/11/2025).
Baca Juga: Partai Tengah D66 Menang Pemilu Belanda, Rob Jetten Berpeluang Jadi Perdana Menteri Termuda
Dia menilai, arah kebijakan fiskal dan ekonomi pemerintah saat ini masih berada di jalur yang benar. Capaian pemerintahan Prabowo–Gibran sejauh ini sejalan dengan dokumen Astacita, yang berisi delapan arah kebijakan pembangunan nasional sebagaimana dijanjikan saat kampanye.
"Saya sudah menyampaikan, bukan hanya Pak Purbaya, bahwa pemerintahan Pak Prabowo dalam satu tahun ini on the track sesuai dengan program dan dokumen Astacita yang memang itu bagian dari janji politiknya Pak Prabowo sebagai Presiden," jelasnya.
Terkait gaya komunikasi politik para menteri, termasuk Menteri Keuangan, Herman menilai hal tersebut merupakan bagian dari karakter dan gaya masing-masing individu.
Dia mengingatkan agar penilaian terhadap gaya komunikasi politik tidak dibesar-besarkan, karena yang terpenting adalah kinerja dan hasil kebijakan bagi masyarakat.
"Ya kan punya caranya masing-masing lah. Saya kira kami tidak ingin masuk dalam ranah individu dan tentu silakan itu menjadi evaluasi bersama lah. Rakyat, biarkan rakyat yang menilai," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









